
Text
T159- Formulasi dan Uji Aktivitas Masker Peel Off Kefir Dengan Medium Fermentasi Berbeda Sebagai Agen Pencerah Kulit (Mentari Luthfika Dewi; Taofik Rusdiana, Ph.D; Prof. Muchtaridi, M.Si., Ph.D)
Melanogenesis adalah proses pembentukan pigmen melanin yang merupakan gabungan antara proses katalisis enzimatik dan reaksi kimia. Enzim utama yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20190067 T159 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T159Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2018 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T159Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Melanogenesis adalah proses pembentukan pigmen melanin yang merupakan gabungan antara proses katalisis enzimatik dan reaksi kimia. Enzim utama yang berperan dalam proses ini adalah enzim tirosinase yang mengkatalisis reaksi hidroksilasi substrat tirosin menjadi L-DOPA dan L-DOPA menjadi dopakuinon yang pada akhir reaksi menghasilkan pigmen melanin. Proses melanogenesis abnormal terutama yang diinduksi oleh radiasi sinar UV akan menghasilkan suatu keadaan hiperpigmentasi akibat upregulasi aktivitas enzim tirosinase dan pembentukan spesies oksigen reaktif yang pada akhirnya menyebabkan over produksi melanin. Kejadian ini akan mengganggu secara estetik bahkan secara medis menjadi penanda beberapa macam penyakit kulit. Penghambatan pada aktivitas enzim tirosinase menjadi dasar bagi pengembangan sebagian besar senyawa depigmentasi kulit. Senyawa asam laktat dan peptida pada kefir terbukti secara ilmiah dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase baik secara kompetitif maupun nonkompetitif. Namun, pengaplikasian secara langsung kefir pada kulit dirasakan kurang nyaman dan kurang praktis, serta pendistribusian produk kefir ini menghadapi kendala terkait dengan stabilitasnya. Untuk itu diperlukan suatu formulasi yang dapat menghasilkan sediaan kefir yang stabil dan dapat mempertahankan aktivitasnya. Pada penelitian ini dikakukan uji inhibisi enzim tirosinase dan uji antioksidan pada curd kefir dalam tiga medium fermentasi berbeda (susu sapi, susu kambing etawa, dan susu kedelai) untuk mengetahui potensi curd kefir sebagai agen pencerah kulit. Hasil dari uji ini menunjukan % inhibisi aktivitas enzim tirosinase pada konsentrasi terbesar pengujian (20 mg/ml) sampel curd kefir susu sapi, curd kefir susu kambing dan curd kefir susu kedelai dengan substrat L-tirosin bertutut-turut adalah 26,26%, 22,67%, dan 23,39%, untuk substrat L-DOPA adalah 35,91%, 44,32% dan 24,96%. Uji aktivitas antioksidan yang dievaluasi melalui metode DPPH menunjukan nilai IC50 sebesar 2,171 ppm, 6,903 ppm, dan 7,617 ppm untuk curd kefir susu sapi, curd kefir susu kambing, dan curd kefir susu kedelai secara berturut-turut.
Curd kefir kemudian diformulasikan menjadi sediaan masker powder peel off dengan tujuan untuk memperoleh sediaan yang praktis selama penggunaannya, serta stabil selama penyimpanan dan pendistribusian. Hasil dari orientasi formula yang dilakukan, sediaan masker peel off terbaik adalah sediaan dengan basis polimer natrium alginat. Hasil evaluasi sediaan ini selama 30 hari ini menunjukan sediaan stabil secara organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, waktu mengering, dan daya lekat selama waktu penyimpanannya. Untuk memastikan bahwa sediaan yang dihasilkan dapat mempertahankan potensi pencerahan kulit oleh curd kefir dan secara efektif menjadi media transfer senyawa berkhasiat dalam curd kefir (asam laktat) kedalam kulit, dilakukan uji pelepasan senyawa aktif in vitro dengan metode franz diffusion cell. Hasil uji menunjukan sediaan masker peel off curd kefir dengan tiga medium fermentasi berbeda dapat secara efektif menghantarkan senyawa berkhasiat pada curd kefir dalam hal ini asam laktat dari sediaan kedalam kulit.
Uji iritasi dilakukan sebagai uji pendahuluan pada uji hedonik. Hasil uji iritasi menunjukan ketiga masker peel off curd kefir memiliki indeks iritasi < 0,4 yang dikategorikan dapat diabaikan menurut kategori ISO. Untuk mengukur tingkat kesukaan konsumen terhadap produk masker secara objektif, dilakukan uji hedonik dengan jumlah responden 24 orang berjenis kelamin wanita. Hasil uji menunjukan secara statistik responden lebih menyukai aroma, tekstur, tampilan, kenyamanan, kepraktisan, dan lebih mempercayai kestabilan masker curd kefir dalam bentuk sediaan masker peel off daripada masker curd kefir dalam bentuk konvensionalnya.
Kata kunci : kefir, pencerah kulit, masker peel off, tirosinase inhibitor, Antioksidan
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






