
Text
3838- Studi Karakterisasi Teofilin Terhadap Perlakuan Penggerusan (Mohamad Norihsan Bin Mat Yaacob; Yoga Windhu Wardhana, M.Si; Dr. Iyan Sopyan, M.Si)
Teofilin merupakan salah satu pilihan terapi jangka panjang untuk penyakit asma yang memiliki indeks terapeutik sempit. Tujuan dari penelitian ini ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20190033 3838 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3838Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2019 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3838Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Teofilin merupakan salah satu pilihan terapi jangka panjang untuk penyakit asma yang memiliki indeks terapeutik sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggerusan terhadap perubahan bentuk dan kualitas bahan aktif teofilin apabila metode penggerusan digunakan. Penelitian meliputi metode karakterisasi fisikokimia bahan baku dan induksi perubahan polimorf dengan metode penggerusan. Kemudian hasil induksi dievaluasi dengan metode X-Ray Powder Diffraction (XRD) dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Melalui uji XRD bentuk teofilin awal dapat dipastikan adalah teofilin bentuk anhidrat II, dan gugus fungsi utama senyawa teofilin dapat dipastikan pada spektrum IR memenuhi persyaratan dari Certificate of Analysis (COA). Pengujian sifat serbuk yang meliputi laju alir, sudut diam dan kompresibilitas adalah memenuhi persyaratan. Teofilin anhidrat dikonversi menjadi monohidrat didalam desikator sesuai prosedur. Kedua bentuk teofilin kemudian digerus dengan rentang waktu 2.5, 5, 7.5, 10 menit dan hasil evaluasi difraktogram XRD menunjukkan perubahan intensitas yang memperlihatkan perubahan pada orientasi kristalin, ukuran dan tekstur kristalnya. Monohidrat yang digerus kembali berubah bentuk kepada teofilin anhidrat sesuai pustaka. Pengujian menggunakan spektroskopi FTIR berhasil menunjukkan gugus hidrat pada teofilin monohidrat yang tidak ada di teofilin anhidrat. Penggerusan telah memberi perubahan bentuk polimorf dari monohidrat ke anhidrat, sedangkan anhidrat tetap tidak berubah bentuk polimorf setelah digerus hanya sedikit penurunan intensitas difraktogram XRD.
Kata kunci: Teofilin,X-Ray Powder Diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared (FTIR)
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






