Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3830- Metode Alternatif Pembuatan Tablet Lepas Lambat Tanpa Pelarut Menggunakan Perlakuan Mekanokimia Pada Sistem Teofilin Lepas Lambat (Muhammed Suffian Bin Abd Razak; Yoga Windhu Wardhana, M.Si; Dr. Iyan Sopyan, M.Si)


Teofilin merupakan salah satu obatyang digunakan untuk mengobati penyakit asma. Namun, penggunaan teofilin dengan dosis kecil yaitu 10 μcg/ml dapat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201900233830Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3830
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3830
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Teofilin merupakan salah satu obatyang digunakan untuk mengobati penyakit asma. Namun, penggunaan teofilin dengan dosis kecil yaitu 10 μcg/ml dapat menyebabkan terjadinya efek samping yang tidak diinginkan. Sehingga, formulasi teofilin lebih baik dibuat dalam bentuk sedian lepas lambat. Teofilin juga memiliki beberapa bentuk kristal anhidrat dan monohidrat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat anhidrat atau monohidrat, untuk digunakan sebagai formulasi sedian tablet lepas lambat.Perlakuan yang diberikan adalah mekanokimia, yaitu penggerusan untuk melihat transformasi polimorfik dengan adanya energi yang diberikan. Pemeriksaan analisis untuk mengetahui sifat zat aktif teofilin dilakukan dengan mengunakan instrumenX-Ray Powder Diffraction (XRD) dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Uji kelarutan dilakukan dengan melakukan uji disolusi terbanding antara tablet inovator dengan tablet sampel anhidrat dan tablet sampel monohidrat. Uji similaritas dilakukan dengan mengunakan aplikasi boothstrap. Hasil yang diperoleh dari XRD adalah teofilin bentuk IIdan menunjukkan penggerusan tidak merubah bentuk zat teofilin tersebut,tetapi hanya kerusakan pada struktur partikel. Hasil XRD dan FTIR juga menunjukkan tidak ada perubahan yang besar pada transformasi anhidrat menjadi monohidrat. Hasil disolusi terbanding menunjukkan tablet sampel anhidrat mempunyai persen kelarutan yang lebih baik jika dibandingkan dengan monohidrat. Nilai faktor similaritas yang diperoleh pada kedua sampelberbeda dimana anhidrat memenuhi syarat dengan hasil 50,05 dan monohidrat 44,45. Akan tetapihasil disolusitidak memenuhi persyaratanpada kedua sampel menurut farmakope US 30.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sampel teofilin anhidrat II stabil untuk formulasi tablet lepas lambat jika dibandingkan dengan teofilin monohidrat.
    Kata Kunci: Teofilin, Anhidrat, Monohidrat,Transormasi Polimorfik, Uji Disolusi Terbanding
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi