Text
Turi-Turian Si Katak-Katak: Cerita Si Kodok-Kodok
Penghulu Kuta Gugung mempunyai seorang putra yang telah menikah dengan putri saudara laki-laki dari istri penghulu itu. (Dalam adat masyarakat Batak, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 819 TAR t Tersedia FIB012559 819 TAR t Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia FIB012558 819 TAR t Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu BudayaJudul Seri -No. Panggil 819 TAR tPenerbit DEPDIKBUD : JAKARTA., 1985 Deskripsi Fisik 96 hlm.; 21 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 819Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi Ed. 1, Cet. 1Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Penghulu Kuta Gugung mempunyai seorang putra yang telah menikah dengan putri saudara laki-laki dari istri penghulu itu. (Dalam adat masyarakat Batak, kawin dengan putri saudara lakilaki dari ibu merupakan hal yang ideal). Mereka sudah beberapa lama kawin, namun, belum dianugerahi anak juga. Oleh sebab itu, sesuai dengan kebiasaan pada zaman itu mereka pun pergi ke dukun ahli ramal untuk menanyakan apakah gerangan sebab-musababnya maka mereka belum mempunyai anak keturunan yang kelak akan menjadi ahli waris mereka. Setelah 4 tahun mereka kawin, hamillah sang istri. Dan sesudah genap 12 bulan hamil, maka lahirlah anaknya bertampang kodok, dan dinamai mereka si Kodok-kodok. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






