
Text
3801- Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Kulit Batang Trengguli (Cassia fistula L.) Pada Tikus Putih Galur Wistar (Restika Eria Putri; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc; Dr. Rini Hendriani, M.Si)
Ekstrak kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) telah dibuktikan memiliki beberapa aktivitas farmakologi. Perlu dilakukan pengujian toksisitas ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20180298 3801 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3801Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2018 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3801Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Ekstrak kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) telah dibuktikan memiliki beberapa aktivitas farmakologi. Perlu dilakukan pengujian toksisitas subkronis pada tikus putih galur wistar untuk mengetahui keamanan dari ekstrak. Pengujian dilakukan dengan tiga variasi dosis, yaitu dosis 300, 600 dan 1000 mg/KgBB. Ekstrak diberikan selama 90 hari. Evaluasi pengujian toksisitas subkronis meliputi pengamatan bobot badan, hematologi yang meliputi kadarhemoglobin, persen hematokrit, kadar eritrosit dan leukosit, biokimia darah yang meliputi kadar SGOT, SGPT, kreatinin dan ureum, indeks organ hati dan ginjal serta histopatologi organ. Hasil pengamatan bobot badan secara umum mengalami peningkatan dan secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan (p0.05). Hasil kadar SGOT dan SGPT mengalami kenaikan pada semua kelompok namun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0.05). Hasil histopatologi organ hati dan ginjal menunjukkan kerusakan namun masih tergolong kerusakan ringan yang seiring meningkatnya dosis efek toksik meningkat. Penggunaan ekstrak kulit batang trengguli masih aman untuk digunakan namun tidak digunakan jangka panjang.
Kata kunci : kulit batang trengguli, ekstrak, toksisitas subkronis
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






