Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3796- Validasi Metode Analisis Glibenklamid Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Detektor Fluoresensi (Ayu Brilliany Firsty; Sandra Megantara, M.Farm; Febrina A. Saputri, M.Farm)


Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan jenis penyakit DM yang memiliki prevalensi terbesar di Indonesia. Pengobatan DM tipe 2 dengan peroral salah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201802933796Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3796
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3796
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan jenis penyakit DM yang memiliki prevalensi terbesar di Indonesia. Pengobatan DM tipe 2 dengan peroral salah satunya dengan pemberian obat antidiabetes golongan sulfonilurea. Glibenklamid merupakan obat antidiabetes golongan sulfonilurea generasi kedua. Kadar glibenklamid dalam darah yaitu 48 ng/mL. Analisis glibenklamid telah banyak diteliti dan metode yang banyak digunakan adalah metode menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum yang memenuhi kriteria validasi dalam metode analisis glibenklamid menggunakan KCKT detektor fluoresensi. Kondisi optimum didapat menggunakan elusi gradien, yaitu menggunakan fase gerak asetonitril dan dapar fosfat 20:80 dengan laju alir 1,0 mL/menit. Detektor fluoresensi dioperasikan pada panjang gelombang eksitasi 235 nm dan pada panjang gelombang emisi 354 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan metode analisis glibenklamid dengan KCKT fluoresensi memenuhi kriteria validasi metode dengan parameter koefisien korelasi pada linearitas sebesar 0,99996, presisi dengan persentase koefisien variasi pada rentang 2,19% sampai 12,57%, akurasi berada pada rentang 95,09% sampai 100,17%, serta batas deteksi sebesar 0,104µg/ml dan batas kuantifikasi sebesar 0,316µg/ml.
    Kata Kunci: fluoresensi, glibenklamid, KCKT, validasi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi