Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3770- (Pratiwi Sri Anggrawati; Prof. Dr. Resmi Mustarichie, M.Sc; Dr. Yoppi Iskandar, M.Si)


Tanaman paku munding (Angiopteris evecta (G. Forst.) Hoffm) adalah tanaman yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri, antihiperglikemik, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201802613770Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3770
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3770
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tanaman paku munding (Angiopteris evecta (G. Forst.) Hoffm) adalah tanaman yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri, antihiperglikemik, analgesik, antioksidan, antibakteri dan memiliki aktivitas sebagai penumbuh rambut. Farmakope Herbal Indonesia dan buku khusus Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat belum mencantumkan standar mutu simplisia maupun ekstrak akar tanaman paku munding (Angiopteris evecta) sebagai acuan pengendalian mutu bahan baku obat tradisional, fitofarmaka dan obat herbal terstandar maka dilakukan penelitian karakterisasi simplisia dan standardisasi ekstrak akar tanaman paku munding yang berasal dari Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Gunung Gede Pangrango, Sukabumi dan Gunung Papandayan, Garut yang mengacu pada Farmakope Herbal Indonesia dan Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Hasil karakterisasi dari ketiga simplisia menunjukkan kadar sari larut air pada rentang 21,87% - 22,29%, kadar sari larut etanol 15,31% - 16,23%, kadar air 4,95% - 7,43%, kadar abu 2,48%-5,30%, kadar abu tidak larut asam 0,08% - 0,44% dan susut pengeringan 13,86% - 17,49%. Hasil skrining fitokimia pada simplisia mengandung senyawa flavonoid, polifenol, monoterpen dan seskuiterpen, kuinon dan saponin. Untuk KLT ketiga simplisia, kromatogram menunjukkan satu sampai dua spot dengan Rf 0,22 - 0,76. Hasil standardisasi dari ketiga ekstrak menunjukkan kadar sari larut air pada rentang 68,32% - 81,85%, kadar sari larut etanol 75,11% - 83,88%, kadar air 8,15% - 10,51%, kadar abu 3,22% - 4,48%, kadar abu tidak larut asam 0,49% - 0,65%, susut pengeringan 12,95% - 21,89% dan bobot jenis 0,84g - 1,07g. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakterisasi simplisia dan standardisasi ekstrak dari ketiga daerah menghasilkan data yang spesifik.
    Kata kunci : Paku munding, Angiopteris evecta, karakterisasi simplisia, standardisasi ekstrak.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi