Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3710-Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Tanaman Lalapan Kacang Panjang (Vigna Unguiculata (L.) Walp.) Kemangi (Ocimum Tenuiflorum L.), dan Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus (L.) DC.) Terhadap Serratia marcescens Isolat Klinis (Jovian Ghamal de Vito; Prof. Dr. Ajeng Diantini, MS; Mutakin, Ph.D., M.Si)


S. marcescens adalah spesies Serratia yang yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan pada manusia. Infeksi oleh S. marcescensdapat terjadi di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201801723710Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3710
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3710
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • S. marcescens adalah spesies Serratia yang yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan pada manusia. Infeksi oleh S. marcescensdapat terjadi di beberapa bagian tubuh manusia yang diantaranya meliputi saluran kemih, saluran pernafasan, jaringan epitel, jaringan otot dan jaringan subkutan. Secara umum, masyarakat di wilayah Jawa Barat memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi lalapan segar yaitu tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata), kemangi (Ocimum tenuiflorum), dan kecipir (Psophocarpus tetragonobulus). Secara empiris, tanaman – tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai lalapan yang umum dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Selain itu telah ditemukan beberapa penelitian yang menunjukan bahwa tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata), kemangi (Ocimum tenuiflorum), dan kecipir (Psophocarpus tetragonobulus) terhadap bakteri S. marcescens isolat klinis. Metode pengujian diantaranya meliputi pengumpulan bahan, determinasi, ekstraksi, skrining fitokimia, uji aktivitas, penentukan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) dari ekstrak yang paling baik aktivitas antibakterinya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode well difusion dan difusi cakram, untuk penentuan KHTM dan KBM dilakukan dengan metode mikrodilusi. Hasil uji aktivitas menunjukan bahwa ketiga ekstrak etanol Tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata), kemangi (Ocimum tenuiflorum), dan kecipir (Psophocarpus tetragonobulus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. marcescens. Dari ketiga ekstrak tanaman yang diuji kemangi memberikan hasil yang paling baik yaitu dengan zona hambat pada metode well difusion dan difusi cakram adalah 0,92 cm dan 0,79 cm. Hasil uji KHTM-KBM ekstrak kemangi terhadap bakteri S. marcescensyaituterletak pada rentang konsentrasi ekstrak 5 – 10% (b/v)
    Kata Kunci:S. marcescens, Kemangi, Kecipir, Kacang panjang,Aktivitas antibakteri, KHTM-KBM
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi