Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3709-Aktivitas Antibakteri in Vivo Ekstrak Etanol Kulit Batang Trengguli (Cassia fistula L.) Terhadap Salmonella typhi ATCC 14028 (Maulida Aguslestari; Dr. Tiana Milanda, M.Si; Dr. Yasmiwar S., M.Si.)


Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab penyakit infeksi yang disebut demam tifoid. Antibiotik merupakan pengobatan pertama dalam penatalaksanaan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201801713709Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3709
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3709
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab penyakit infeksi yang disebut demam tifoid. Antibiotik merupakan pengobatan pertama dalam penatalaksanaan penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik kini mulai ditinggalkan karena meningkatnya kasus resistensi. Salah satu alternatif pengobatan penyakit infeksi yaitu antibiotik yang berasal dari tanaman. Secara in vitro, ekstrak etanol kulit batang trengguli (Cassia fistula L.)dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) dengan menentukan nilai konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang trengguli (Cassia fistula L.) secara in vivo terhadap Salmonella typhi ATCC 14028. Penentuan KHTM dilakukan dengan metode mikrodilusi. Hasil KHTM akan digunakan sebagai dosis dalam pengujian secara in vivo. Uji in vivo dilakukan dengan melihat penurunan jumlah koloni bakteri pada tikus yang diinduksi tifoid. Hasil mikrodilusi menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang trengguli memiliki aktivitas antibakteri dengan nilai KHTM 0,3125%. Adapun hasil uji in vivo menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang trengguli pada dosis 125, 250 dan 500 mg/KgBB memiliki aktivitas antibakteri ditandai dengan penurunan jumlah koloni bakteri yang signifikan (p>0,05) pada sampel feses setiap harinya. Ekstrak etanol kulit batang trengguli mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Salmonella typhi ATCC 14028 secara in vitro dan in vivo.
    Kata kunci : Salmnonella typhi, Antibakteri, Ekstrak, Trengguli, KHTM, In Vivo
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi