Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T103- Pengaruh Latihan Fisik Intensitas Sedang Terhadap Kadar Irisin dan Oxidized-LDL Dalam Darah Pria Obesitas usia ≥ 50 Tahun (Made Putra Semadhi; Melisa Intan B., Dr. Med. Sc; Dr. Dewi Muliaty, M.Si)


Prevalensi obesitas pada usia ≥ 50 tahun mencapai >20 %. Pada individu usia ≥ 50 tahun yang menderita obesitas terjadi peningkatan reactive ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20180076T103Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T103
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T103
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Prevalensi obesitas pada usia ≥ 50 tahun mencapai >20 %. Pada individu usia ≥ 50 tahun yang menderita obesitas terjadi peningkatan reactive oxygen species (ROS), peningkatan inflamasi, penurunan fungsi dan massa otot, peningkatan massa lemak yang mengarah pada peningkatan risiko kardiovaskular yang signifikan ditandai dengan meningkatnya sirkulasi oxidized LDL (ox-LDL). Kualitas hidup individu usia ≥ 50 tahun yang menderita obesitas dapat tetap terjaga dengan baik salah satunya adalah dengan latihan fisik intensitas sedang sesuai kriteria American College of Sport Medicine (ACSM). Namun kenyataannya hal tersebut menjadi terbatas untuk dilakukan karena pada usia ≥ 50 tahun mulai terjadi penurunan fungsi motorik, kemampuan bergerak dan massa dan kekuatan otot. Irisin merupakan adipomiokin yang dihasilkan pada kondisi ROS dari proses latihan fisik yang rutin yang memiliki hubungan dengan metabolisme lemak didalam tubuh. Peran Irisin dalam mekanisme yang berinteraksi dengan obesitas terutama oxLDL yang dipengaruhi oleh latihan fisik intensitas sedang pada individu usia ≥ 50 tahun menarik untuk diteliti.
    Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap pengaruh latihan fisik intensitas sedang terhadap kadar Irisin dan oxLDL pada darah pria usia ≥ 50 tahun menggunakan 70 subjek yang dibagi kedalam kelompok kontrol sebanyak 35 subjek (yang tidak melakukan latihan fisik sesuai kriteria ACSM) dan kasus sebanyak 35 subjek (yang melakukan latihan fisik sesuai kriteria ACSM). Kadar Irisin dan oxLDL diukur menggunakan metode ELISA competitive dan sandwich immunoassay, selain itu diukur juga parameter profil lipid (kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, Apo-B) dan variabel lainnya (hs-CRP, HbA1C, kreatinin-eLFG) menggunakan metode fotometri berbasis enzimatik.
    Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar Irisin antara kedua kelompok (p 0,000, CI 95%). Terdapat korelasi positif signifikan antara kadar Irisin dengan waktu latihan fisik/minggu (R = 0,517, p < 0,01), dengan riwayat lamanya melakukan latihan fisik (R = 0,854, p < 0,01) dan dengan jumlah jenis latihan fisik (R = 0,492, p < 0,01).
    Hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan tidak signifikan kadar ox-LDL antara dua kelompok (p 0,09, CI 95%). Terdapat korelasi negatif signifikan antara ox-LDL dengan waktu latihan fisik/minggu (R= -0,272, p < 0,05), dengan riwayat lamanya melakukan latihan fisik (R = -0,324, p < 0,01) dan korelasi negatif tidak signifikan dengan jumlah jenis latihan fisik (R = -0,216, p >0,05).
    Kadar Irisin dan oxLDL menunjukkan korelasi negatif yang signifikan (R = -0,294, p < 0,05). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan adanya pengaruh dari latihan fisik intensitas sedang terhadap kadar Irisin dan oxLDL didalam darah dan memperkuat dugaan fungsi kerja Irisin didalam perbaikan metabolisme lemak pada pria obesitas usia ≥ 50 tahun.
    Kata kunci : ROS, ACSM, adipomiokin, Irisin, oxLDL, usia ≥ 50 tahun, obesitas
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi