Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T101- Pengaruh Vitamin E-TPGS (D-α-Tocoferil Polyethylene gylcol 1000 Suksinat) Terhadap Peningkatan Laju Disolusi dan Bioavailabilitas Tablet Atorvastatin (Multiani S Latif; Taofik Rusdiana, M.Si., Ph.D; Dr. Dolih Gozali, MS)


Bioavailabilitas merupakan jumlah obat yang masuk kedalam sirkulasi sistemik setelah obat diberikan secara oral. Hal ini berhubungan dengan efek ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20180074T101Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T101
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T101
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Bioavailabilitas merupakan jumlah obat yang masuk kedalam sirkulasi sistemik setelah obat diberikan secara oral. Hal ini berhubungan dengan efek terapi obat yang dihasilkan. Obat-obat yang memiliki bioavaibilitas rendah maka efek terapi yang dihasilkan sedikit. Atorvastatin adalah senyawa obat yang termasuk dalam BCS (Biopharmaceutical Classification System) kelas II yang memiliki kelarutan buruk, serta memiliki bioavaibilitas 14% karena mengalami transporter efluks oleh P-glycoprotein (p-gp). P-glikoprotein adalah salah satu transporter yang menentukan berbagai penyerapan dan penembusan obat, maka untuk meningkatkan kelarutan dan penyerapan obat dalam usus maka perlu ditambahkan vitamin E T-pgs sebagai solubilizer dan enhancer yang digunakan untuk mengatasi masalah kelarutan, adsorpsi serta untuk melemahkan aktivitas efluks transporter seperti p-glikoprotein. Oleh karena itu tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk melihat pengaruh vitamin E T-pgs sebagai Solubilizer dan enhancer terhadap peningkatan laju disolusi dan bioavaibilitas tablet atorvastatin dengan memvariasikan konsentrasi yaitu F1 0%, F2 0,3%, F3 0,9% dan F4 1,5%. Tablet atorvstatin dibuat dengan menggunakan metode granulasi basah, setelah itu dilakukan pengujian sifat fisik tablet dan hasilnya memenuhi syarat. Kemudian dilakukan pengujian disolusi pada menit ke 5, 10, 15, dan 30. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan laju disolusi disetiap menit ke 5, 10, 15, 30. Hasil disolusi pada menit ke 30 untuk F1 34,84312%, F2 60,14395%, F3 79,87959% dan F4 98,47893%. Hasil disolusi yang paling optimum yaitu F4 dilanjutkan untuk pengujian bioavaibilitas yang dibandingkan dengan F1 tanpa Vitamin E T-pgs. Untuk pengujian in-vivo masing-masing menggunakan 8 tikus untuk F1 dan F4, kemudian diberikan secara oral dengan pemberian dosis ganda (Multiple Dose Regiment). Pemberian dilakukan selama 7 hari, pada waktu dan tempat yang sama. Kemudian dilakukan pengambilan darah pada 2 jam setelah pemberian hari ke-7, setelah itu diuji peningkatan kadar atorvastatin menggunakan instrumen KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi). Hasil Penelitian bioavaibilitas terlihat bahwa F4 yang mengandung vitamin E T-PGS menunjukan konsentrasi maksimum (Cmax) yaitu 0,8515 ppm yang lebih besar dibandingkan dengan F1 tanpa vitamin E T-PGS yang hanya 0,2021 ppm dan hasil statistik T-test menunjukan bahwa P < 0.05 (95%) yang artinya terdapat perbedaan signifikan untuk formula F1 dan F4.
    Kata Kunci : Vitamin E T-PGS, Bioavaibilitas, Laju Disolusi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi