Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3677- Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Namnam (Cynometra cauliflora L.) Pada Mencit Jantan Yang Diinduksi Shigella dysenteriae ATCC 13313 (Nuni Nurul Husna; Ellin Febrina, M.Si; Dr. Yoppi Iskandar, M.Si)


Diare dapat didefinisikan sebagai kondisi feses yang cair, tidak berbentuk, dan memiliki frekuensi lebih tinggi dari normal. Tingginya penggunaan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201800163677Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3677
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3677
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Diare dapat didefinisikan sebagai kondisi feses yang cair, tidak berbentuk, dan memiliki frekuensi lebih tinggi dari normal. Tingginya penggunaan obat sintetik untuk mengobati diare dapat menimbulkan efek samping yang cukup membahayakan seperti ileus paralitik dan toksik megakolon. Diperlukan alternatif obat antidiare dari bahan alam yang dapat memberikan manfaat yang tinggi namun efek samping rendah. Daun namnam (Cynometra cauliflora) secara empiris telah digunakan untuk mengatasi diare. Namun, saat ini belum ada laporan hasil ¬¬penelitian tentang aktivitas antidiarenya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiare dari ekstrak etanol daun namnam (Cynometra cauliflora) pada mencit jantan galur Swis Webster dengan menggunakan bakteri Shigella dysenteriae sebagai penginduksi diare. Mencit dibagi secara acak ke dalam lima kelompok, masing-masing sebanyak lima ekor. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif diinduksi dengan bakteri Shigella dysenteriae, kelompok 2 sebagai kontrol positif diinduksi dengan Shigella dysenteriae dan diberikan antibiotik siprofloksasin, kelompok 3 sebagai kontrol normal diberikan PGA, kelompok 4 diinduksi dengan Shigella dysenteriae dan diberikan ekstrak etanol daun namnam 2 mg/20 g bobot badan (BB) mencit, dan kelompok 5 diinduksi dengan Shigella dysenteriae dan diberikan ekstrak etanol daun namnam 4 mg/20 g BB mencit. Pengamatan dilakukan selama 7 hari dengan parameter konsistensi feses, berat feses total, dan jumlah koloni bakteri Shigella dysenteriae pada feses. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun namnam memiliki aktivitas antidiare dimana dosis ekstrak 4 mg/20 g BB mencit memiliki aktivitas yang berbeda secara signifikan dibandingkan dosis 2 mg/20 g BB mencit.
    Kata kunci: Cynometra cauliflora, antidiare, Shigella dysenteriae, mencit
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi