Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Sehabis Kemarau Panjang


Aminah terbangun ketika fajar baru saja menying-sing. Angin lembut menerobos celah dinding kamar-nya membawa udara hangat. Kemarau tahun ini sangat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FIB011808813 WAS sPerpustakaan Fakultas Ilmu BudayaTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Budaya
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    813 WAS s
    Penerbit Rosda Bandung : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    98 hlm, ilus.; 17 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    813
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    Ed. 1, Cet. 1
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Aminah terbangun ketika fajar baru saja menying-sing. Angin lembut menerobos celah dinding kamar-nya membawa udara hangat. Kemarau tahun ini sangat panjang. Tanah-tanah bungkah, retak, dan berdebu. Sawah-sawah kering. Setiap orang merin-dukan turun hujan, yang diharapkan membawa ber-kah dan kesuburan. Akan tetapi harapan mereka selalu sia-sia. Setiap pagi tiba yang tampil hanyalah berkas matahari hangat, dan langit cerah berwarna biru. Saat itu, tampillah keluh dari setiap mulut seperti suatu paduan nyanyi duka, "Aaah... hujan tak juga turun."
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi