Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] PERAN DISTRESS TOLERANCE TERHADAP ROLE CONFLICT PADA MAHASISWA PENGURUS ORGANISASI KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS PADJADJARAN


Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan rentan mengalami
role conflict akibat benturan tuntutan antara akademik dan organisasi. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012026S4283S4283 Agu pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4283 Agu p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,; 21 x 29,5 cm 143 hlm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110220082
    Klasifikasi
    S4283 Agu p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan rentan mengalami
    role conflict akibat benturan tuntutan antara akademik dan organisasi. Distress
    tolerance diasumsikan dapat menekan intensitas konflik tersebut. Penelitian ini
    bertujuan untuk mengetahui peran distress tolerance terhadap role conflict pada
    mahasiswa pengurus organisasi kemahasiswaan di Universitas Padjadjaran.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional.
    Partisipan terdiri dari 90 mahasiswa pengurus organisasi yang dipilih melalui
    teknik convenience dan snowball sampling. Data dikumpulkan menggunakan
    Distress Tolerance Scale yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia dan Skala
    Konflik Peran, lalu dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil
    penelitian menunjukkan bahwa distress tolerance tidak memiliki peran yang
    signifikan dalam memprediksi role conflict (p = 0,642) dengan kontribusi yang
    sangat kecil, yaitu 0,2%. Selain itu, hasil uji beda menemukan adanya perbedaan
    role conflict yang sangat signifikan berdasarkan karakteristik asal fakultas (p <
    0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa role conflict lebih didikte oleh faktor
    struktural, tuntutan lingkungan, serta kemampuan regulasi diri, bukan sekadar
    ketahanan emosional pasif. Oleh karena itu, distress tolerance disarankan untuk
    diposisikan sebagai variabel moderator (buffer), bukan prediktor langsung.
    Institusi dan organisasi kemahasiswaan direkomendasikan untuk mengevaluasi
    sistem operasional secara struktural guna meminimalkan benturan peran pada
    mahasiswa.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi