Detail Cantuman

No image available for this title

Tesis  

[TESIS] Pandangan Generasi Z terhadap Pernikahan


Pernikahan merupakan salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa, namun
perubahan sosial, ekonomi, dan budaya menyebabkan cara pandang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19042026T1025T1025 Pin pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T1025 Pin p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 228 hlm,; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190120240021
    Klasifikasi
    T1025 Pin p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [TESIS]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pernikahan merupakan salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa, namun
    perubahan sosial, ekonomi, dan budaya menyebabkan cara pandang Generasi Z
    terhadap pernikahan mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan untuk
    menggambarkan pandangan Generasi Z terhadap pernikahan (marital horizon) serta
    menganalisis perbedaannya berdasarkan jenis kelamin dan tahap perkembangan.
    Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory
    sequential. Sebanyak 499 Generasi Z berusia 15–29 tahun berpartisipasi dalam
    penelitian ini melalui teknik convenience sampling. Data kuantitatif dikumpulkan
    menggunakan Criteria for Marriage Readiness Questionnaire (CMRQ) yang
    mengukur tiga dimensi marital horizon, yaitu importance of marriage, desired timing
    of marriage, dan criteria for marriage readiness, kemudian diperdalam melalui Focus
    Group Discussion (FGD). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji
    Mann–Whitney U, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi
    Z memandang pernikahan sebagai pilihan hidup yang tetap bernilai, namun
    memerlukan kesiapan psikologis, emosional, dan finansial yang matang sebelum
    direalisasikan. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki tingkat kepentingan
    terhadap pernikahan yang lebih tinggi serta lebih menekankan kematangan emosional
    dan kesiapan reproduksi, sedangkan laki-laki lebih berorientasi pada kesiapan ekonomi
    dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Berdasarkan tahap perkembangan,
    kelompok dewasa awal menunjukkan pandangan yang lebih realistis mengenai waktu
    dan kesiapan menikah, sementara kelompok remaja akhir masih memprioritaskan
    eksplorasi identitas, penyelesaian pendidikan, dan pengembangan diri sebelum
    memasuki kehidupan berkeluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa marital horizon
    Generasi Z dipengaruhi oleh peran gender dan tahap perkembangan, sehingga kesiapan
    menikah tidak lagi ditentukan oleh usia kronologis semata, melainkan oleh kesiapan
    individu dalam menjalankan kehidupan berumah tangga.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi