
Skripsi
[SKRIPSI] Gambaran Self-Determination dalam Upaya Mencegah Perilaku Seksual Pranikah pada Masa Remaja Perempuan yang Mengalami Hubungan Romantis
Hubungan romantis merupakan tugas perkembangan penting pada masa remaja
yang berperan sebagai sarana membangun keterampilan relasi, dukungan, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012026S4264 S4264 Azz g Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4264 Azz gPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik xiv,; 450 hlm,; 30cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110220077Klasifikasi S4264 Azz gTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab Azzah Dzakirah Tunnufus -
Hubungan romantis merupakan tugas perkembangan penting pada masa remaja
yang berperan sebagai sarana membangun keterampilan relasi, dukungan, dan
keintiman, sekaligus meningkatkan intensitas aktivitas seksual dibandingkan
remaja yang tidak menjalaninya. Perbedaan ekspektasi peran gender kerap
menempatkan perempuan sebagai sexual gatekeeper, sehingga lebih rentan
menghadapi ajakan atau tekanan untuk melakukan perilaku seksual pranikah.
Penelitian ini menggunakan kerangka Self-Determination Theory (SDT) dari Deci
dan Ryan, yang menekankan peran tiga kebutuhan psikologis dasar (basic
psychological needs/BPN), autonomy, competence, dan relatedness, dalam
membentuk kapasitas individu untuk menentukan dan mempertahankan
pilihannya sendiri. Penelitian ini bertujuan menggambarkan self-determination
dalam upaya mencegah perilaku seksual pranikah pada masa remaja perempuan
yang mengalami hubungan romantis. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan desain retrospektif pada lima perempuan dewasa awal
di Kota Bandung yang pernah berpacaran saat remaja, diperoleh melalui
purposive sampling dengan proses screening dan kuesioner daring. Alat ukur
berupa pedoman wawancara semi-terstruktur yang telah melalui expert review;
data yang dikumpulkan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menghasilkan
lima tema utama: (1) Pembentukan Self-Determination melalui Pemenuhan Basic
Psychological Needs, (2) Potret Cinta Remaja, (3) Seakan Dunia Milik Berdua,
(4) Menjaga Batasan di Sela Rayuan dan Desakan, dan (5) Situasi di Luar
Kendali. Self-determination perempuan bervariasi pada ketiga komponen BPN,
mengarah pada dua kemungkinan hasil: berhasil mencegah atau berupaya
mencegah namun tetap terlibat. Pemenuhan autonomy dan competence lebih
menentukan keberhasilan pencegahan dibandingkan relatedness, hingga sebagian
partisipan mengorbankan relatedness demi mempertahankan kedua kebutuhan
tersebut. Frustrasi relatedness menjadi pola paling dominan karena kebutuhan
emosional partisipan sering dijadikan alat penekanan oleh pasangan. Dengan
demikian, self-determination perempuan dalam mencegah perilaku seksual
pranikah dibentuk oleh interaksi antara kapasitas pribadi memenuhi kebutuhan
psikologis dasar dan dinamika hubungan romantis yang melingkupinya.
Kata Kunci: Self-Determination, Basic Psychological Needs, Perilaku Seksual -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






