
Skripsi
[SKRIPSI] Come Get Ready With Me: Studi Kualitatif Perilaku Berbicara Sendiri saat Melakukan Aktivitas Kecantikan pada Perempuan
Maraknya konten kecantikan yang diproduksi oleh beauty influencer di
media sosial memunculkan perilaku berbicara sendiri (self-talk) pada ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012026S4251 S4251 Fai c Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4251 Fai cPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik xii,; 190 hlm,; 30cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110220101Klasifikasi S4251 Fai cTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab Faizah Azzahra -
Maraknya konten kecantikan yang diproduksi oleh beauty influencer di
media sosial memunculkan perilaku berbicara sendiri (self-talk) pada perempuan
yang menyerupai gaya komunikasi influencer saat melakukan aktivitas
kecantikan, meskipun tanpa kehadiran audiens nyata. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan dinamika self-talk yang
muncul pada perempuan saat melakukan aktivitas kecantikan, dengan merujuk
pada konsep self-talk yaitu private speech, imagined interactions, serta
goal-directed, spontaneous, strategic, dan organic self-talk. Data diambil melalui
wawancara semi-terstruktur pada enam partisipan perempuan berusia 20–24 tahun
yang aktif menggunakan TikTok dan/atau Instagram serta memiliki pengalaman
berbicara sendiri saat melakukan aktivitas kecantikan, dipilih menggunakan
purposive sampling hingga tercapai saturasi data. Data dianalisis menggunakan
thematic analysis dan menghasilkan lima tema utama: 1) The Habitual and
Conscious Nature of Beauty Self-Talk, 2) When Beauty Finds Its Voice, 3) A Voice
That Shapes the Beauty, 4) From Watching to Performing: Bringing the Self-Talk
Out Loud, dan 5) Space to Be More Than Oneself. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa self-talk muncul baik secara spontan maupun disengaja, dipicu oleh
konteks aktivitas kecantikan, dan diekspresikan dengan suara terdengar sebagai
bentuk peniruan terhadap beauty influencer dengan membayangkan kehadiran
audiens. Self-talk selama aktivitas kecantikan berkembang menjadi alat regulasi
kognitif dan emosional serta ruang ekspresi diri bagi partisipan. Temuan ini
mengungkap bahwa perilaku berbicara sendiri pada aktivitas kecantikan
bertransformasi sepanjang prosesnya dan merefleksikan berbagai konsep self-talk
yang saling melengkapi dalam memahami dinamikanya.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






