Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] PEMAKNAAN NILAI HAMORAON MAHASISWA UNIVERSITAS PADJADJARAN YANG BERSUKU BATAK TOBA


Di tengah ketidakstabilan ekonomi dan tuntutan era modern, nilai budaya
lokal dapat menjadi pedoman individu dalam mencapai kesuksesan. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012026S4226S4226 And pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4226 And p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii,; 29 x 21 cm , 150 hlm,
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110220044
    Klasifikasi
    S4226 And p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Di tengah ketidakstabilan ekonomi dan tuntutan era modern, nilai budaya
    lokal dapat menjadi pedoman individu dalam mencapai kesuksesan. Bagi
    masyarakat Batak Toba, orientasi kesuksesan dan kesejahteraan direpresentasikan
    melalui nilai hamoraon (kekayaan), yang kerap diraih secara personal, biasanya
    melalui pendidikan tinggi di daerah perantauan. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengeksplorasi dan memahami pemaknaan nilai hamoraon pada mahasiswa
    perantau Universitas Padjadjaran yang bersuku Batak Toba. Penelitian ini
    menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretative
    phenomenological analysis (IPA). Partisipan penelitian terdiri dari tiga orang
    mahasiswa Strata-1 Universitas Padjadjaran bersuku Batak Toba yang telah
    merantau dari Sumatra Utara minimal selama dua tahun. Pengambilan sampel
    dilakukan menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data
    dilakukan melalui semi structured interview secara daring dengan instrumen
    panduan wawancara. Hasil analisis dan pengolahan data memunculkan empat
    group experiential themes (GETs), yaitu (1) Banyak jalan menuju Roma, layaknya
    mengajarkan nilai budaya Batak Toba; (2) Ekosistem kultural Batak Toba:
    Harmoni tatanan sosial dan eksistensi anak; (3) Evolusi nilai hamoraon:
    Akulturasi materi dan tanggung jawab; serta (4) Hamoraon: Metamorfosis
    mindset dan kompas regulasi diri. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai
    hamoraon tidak lagi dianggap dengan indikator harta atau kekayaan materi
    semata. Nilai hamoraon telah terinternalisasi secara otonom (integrated
    regulation) menjadi motivasi intrinsik dan alat regulasi diri.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi