
Skripsi
[SKRIPSI] Gambaran Nonverbal Cues of Power Pada Remaja Perempuan Pelaku Bullying
Perundungan yang dilakukan oleh remaja perempuan masih menjadi
permasalahan di Indonesia. Intervensi dari bystander dapat membantu
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012026S4207 S4207 Hil g Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4207 Hil gPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik xv,; 29 x 21 cm , 217 hlm,Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110220003Klasifikasi S4207 Hil gTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab Hilma Tsaqifa Nurdiliani -
Perundungan yang dilakukan oleh remaja perempuan masih menjadi
permasalahan di Indonesia. Intervensi dari bystander dapat membantu
menghentikan perundungan, tetapi isyarat verbal dari pelaku tidak selalu tertangkap
akibat kebisingan dan aktivitas di sekitar peristiwa. Isyarat nonverbal dapat
membantu bystander mengenali terjadinya perundungan. Penelitian ini bertujuan
memperoleh gambaran nonverbal cues of power pada remaja perempuan pelaku
perundungan.
Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif non-eksperimental
dengan metode deskriptif. Responden penelitian terdiri atas 299 siswa SMP dari
tiga kota administrasi di DKI Jakarta yang dipilih menggunakan two-stage cluster
sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan alat ukur Nonverbal Cues
of Power (NVCOP) yang dimodifikasi oleh Putri (2022) berdasarkan indikator
Carney dkk. (2005) dan disesuaikan dengan konteks perundungan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata kemunculan powerful cues (77,50%,) lebih tinggi
dibandingkan powerless cues (22,00%). Persentase kategori skor tinggi terbesar
ditemukan pada dimensi suara dan ucapan (voice and speech) sebesar 89%, diikuti
wajah, ekspresi wajah, mata, dan mulut (face, facial expressions, eyes, and mouth)
sebesar 87%. Dimensi deteksi (detection) dan kualitas perilaku (qualities of
behavior) masing-masing memperoleh 81%, sedangkan dimensi jarak (distance)
memperoleh persentase terendah sebesar 67%. Perbedaan berdasarkan peran
responden ditemukan pada dimensi suara dan ucapan, wajah, serta tangan dan
lengan. Perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan usia hanya ditemukan pada
dimensi suara dan ucapan, sedangkan berdasarkan waktu ditemukan pada dimensi
suara dan ucapan serta wajah. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja perempuan
pelaku perundungan lebih banyak dipersepsikan menampilkan isyarat nonverbal
yang merepresentasikan kekuasaan sosial tinggi. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






