Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Gambaran Resiliensi pada Laki-laki Berusia Dewasa Awal yang Menjadi Korban Perselingkuhan Emosional di dalam Hubungan Romantis


Maraknya fenomena perselingkuhan yang terjadi pada hubungan romantis pacaran
saat ini tidak lagi terbatas pada kontak fisik, melainkan pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012026S4190S4190 Lou gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4190 Lou g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,; 29 x 21 cm , 194 hlm,
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110220062
    Klasifikasi
    S4190 Lou g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Maraknya fenomena perselingkuhan yang terjadi pada hubungan romantis pacaran
    saat ini tidak lagi terbatas pada kontak fisik, melainkan pada perselingkuhan
    emosional yang sering kali samar namun berdampak destruktif. Bagi laki-laki dewasa
    awal, menjadi korban perselingkuhan emosional seringkali memicu tekanan
    psikologis berat, krisis kepercayaan, hingga stigma maskulinitas yang menghambat
    proses pemulihannya. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan resiliensi untuk dapat
    bertahan, bangkit, dan pulih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses
    resiliensi pada laki-laki dewasa awal yang menjadi korban perselingkuhan emosional
    dalam hubungan romantis. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan
    melibatkan tiga partisipan yang dipilih melalui teknik convenience sampling, dengan
    kriteria telah melewati masa minimal enam bulan pasca-terungkapnya
    perselingkuhan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-structured
    untuk merekonstruksi proses pemulihan dari masa lalu, serta penggunaan panduan
    journaling selama lima hari guna menangkap proses resiliensi harian secara real-time
    di masa kini. Variabel resiliensi menggunakan teori Reivich & Shatte (2002) yang
    terdiri dari tujuh dimensi, yaitu regulasi emosi, analisis kausal, optimisme, efikasi
    diri, menjangkau, empati, dan kontrol impuls. Hasil analisis tematik menunjukkan
    bahwa proses resiliensi partisipan bergerak melalui lima tema induktif yang mengisi
    dan mendetailkan empat fase resiliensi secara sekuensial. Lima tema tersebut adalah
    kebenaran yang terungkap, fase keterpurukan, fase adaptasi, fase pemulihan, dan fase
    memulai lembaran baru. Seluruh partisipan terbukti berhasil mencapai fase memulai
    lembaran baru atau fase growing, ditunjukkan oleh peningkatan pada fungsi personal
    pada produktivitas akademik, dan fungsi sosial melalui perilaku prososial berupa
    peer-mentoring. Kemampuan refleksi diri ditemukan sebagai faktor internal paling
    dominan yang mendasari proses kognitif partisipan untuk mengolah trauma,
    sementara dukungan sosial menjadi faktor eksternal paling dominan yang bertindak
    sebagai kontributor dalam mendukung proses resiliensi mereka.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi