Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Peran Penyesuaian Diri di Perguruan Tinggi terhadap Stres Akademik Mahasiswa Tahun Pertama Universitas Padjadjaran Angkatan 2025


Masa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi menuntut mahasiswa
tahun pertama untuk melakukan penyesuaian diri yang masif. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012026S4197S4197 Syi pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4197 Syi p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvii.; 29x21 cm 161 hlm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110220095
    Klasifikasi
    S4197 Syi p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Masa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi menuntut mahasiswa
    tahun pertama untuk melakukan penyesuaian diri yang masif. Kegagalan dalam
    proses ini rentan memicu timbulnya stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengetahui peran penyesuaian diri di perguruan tinggi terhadap stres akademik
    pada mahasiswa tahun pertama Universitas Padjadjaran. Penelitian ini
    menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sampel penelitian
    berjumlah 209 mahasiswa tahun pertama angkatan 2025 yang tersebar di delapan
    fakultas yang terpilih secara acak dari empat rumpun di Universitas Padjadjaran,
    menggunakan teknik probability sampling dengan metode two-stage cluster
    sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Student Adaptation to College
    Questionnaire (SACQ) untuk mengukur penyesuaian diri di perguruan tinggi
    (independen) dan Student-life Stress Inventory (SSI) untuk mengukur stres
    akademik (dependen). Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa
    penyesuaian diri di perguruan tinggi berperan negatif secara signifikan terhadap
    stres akademik. Lebih lanjut, hasil uji korelasi menunjukkan bahwa keempat
    dimensi penyesuaian diri di perguruan tinggi memiliki hubungan negatif yang
    signifikan dengan stres akademik (p = 0,000), yang mana dimensi personalemotional adjustment memiliki korelasi paling kuat ( = -0,776) dibandingkan
    dimensi academic adjustment ( = -0,532), social adjustment ( = -0,451), dan
    institutional attachment ( = -0,403). Selain itu, uji beda demografi menunjukkan
    adanya perbedaan stres akademik yang signifikan berdasarkan jenis kelamin (p =
    0,005). Namun, tidak ditemukan perbedaan rata-rata yang signifikan pada kedua
    variabel berdasarkan faktor tempat tinggal, persepsi pendapatan, serta tidak terdapat
    hubungan berdasarkan nilai IPK. Dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri di
    perguruan tinggi berperan signifikan terhadap stres akademik mahasiswa tahun
    pertama, di mana dimensi personal-emotional adjustment menjadi dimensi dengan
    korelasi paling kuat terhadap stres akademik dibandingkan ketiga dimensi lainnya.
    Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan teoretis bagi institusi dalam merancang
    intervensi di masa tahun pertama mahasiswa guna meminimalkan risiko stres
    akademik.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi