
Skripsi
[SKRIPSI] STRATEGI PEMELIHARAAN HUBUNGAN ROMANTIS ANTARA PERSONEL TNI AD DAN PASANGANNYA YANG NON-TNI DALAM MENJALANI LONG DISTANCE RELATIONSHIP (LDR)
Personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menghadapi
tuntutan profesi yang kerap menyebabkan keterpisahan fisik dari ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012026S4173 S4173 Rei s Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4173 Rei sPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik xvi.; 29x21 cm182 hlmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110220143Klasifikasi S4173 Rei sTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab Reinytha Tresna Pertiwi -
Personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menghadapi
tuntutan profesi yang kerap menyebabkan keterpisahan fisik dari pasangan,
sehingga hubungan romantis dengan pasangannya yang non-TNI sering kali
dijalani dalam bentuk Long Distance Relationship (LDR). Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan hambatan, strategi pemeliharaan hubungan romantis, dan
ciri khas penerapan strategi pada masing-masing pasangan antara personel TNI
AD dan pasangannya yang non-TNI dalam menjalani LDR. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlandaskan Model Integratif
Pemeliharaan Hubungan yang dikemukakan oleh Ogolsky et al. (2017). Partisipan
berjumlah enam orang, terdiri dari tiga personel TNI AD berpangkat tamtama dan
tiga pasangannya yang non-TNI, berusia 22–26 tahun, dengan durasi LDR 2 tahun
8 bulan hingga 4 tahun, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan
melalui wawancara semi-terstruktur, lalu dianalisis menggunakan reflexive
thematic analysis dengan perbandingan dyadik antar pasangan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa partisipan menerapkan enam belas strategi pemeliharaan
hubungan, yaitu derogation of alternatives, positive illusions/idealization,
attributions, conflict management, forgiveness, sacrifice, dyadic coping,
relationship thinking, generosity, gratitude, prayer, communication, relationship
talk, social support/responsiveness, humor, dan joint leisure. Adapun hambatan
yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu akibat tuntutan dinas, minimnya
pertemuan tatap muka, overthinking dan kecemasan ketika pasangan sulit
dihubungi, serta ketidakpastian jadwal penugasan. Kecemasan akan keselamatan
pasangan saat bertugas di medan berisiko teridentifikasi sebagai hambatan
kontekstual yang khas dalam LDR militer. Perbandingan dyadic menunjukkan
bahwa masing-masing pasangan memiliki ciri khas tersendiri, pasangan 1
menerapkan strategi berbasis asimetri peran yang komplementer antara inisiatif
relasional aktif dan internalisasi komitmen, pasangan 2 menampilkan pola
pemeliharaan paling sistematis dengan kepercayaan dyadic tinggi dan komitmen
komunikasi paling eksplisit, serta pasangan 3 mengembangkan transparansi
proaktif sebagai mekanisme kepercayaan dan orientasi pernikahan yang paling konkret. Temuan ini mengonfirmasi relevansi model Ogolsky et al. (2017)
sekaligus menunjukkan bahwa pemeliharaan hubungan romantis pada pasangan
LDR militer bukan proses yang seragam, melainkan terbentuk melalui negosiasi
dinamis antara kepribadian individu, durasi hubungan, dan adaptasi terhadap
tuntutan struktural kehidupan -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






