Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Hubungan Persepsi Dewasa Awal terhadap Perilaku Pro-Lingkungan Orang Tua pada Masa Kanak-Kanak dengan Perilaku Pro-Lingkungan Dewasa Awal


Permasalahan lingkungan yang semakin kompleks menuntut perubahan
perilaku individu, salah satunya melalui perilaku pro-lingkungan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012026S4161S4161 Nur hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4161 Nur h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,; 21 x 29,5 cm 101 hlm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110220012
    Klasifikasi
    S4161 Nur h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Permasalahan lingkungan yang semakin kompleks menuntut perubahan
    perilaku individu, salah satunya melalui perilaku pro-lingkungan (ProEnvironmental Behavior/PEB). Keluarga, khususnya orang tua, merupakan agen
    sosialisasi pertama dalam pembentukan PEB anak melalui pemodelan perilaku
    yang diamati sejak masa kanak-kanak. Namun, perilaku tersebut tidak otomatis
    diikuti anak, melainkan perlu diingat dan dipersepsikan sebagai pengalaman yang
    bermakna. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara persepsi terhadap
    perilaku pro-lingkungan orang tua pada masa kanak-kanak dengan perilaku prolingkungan anak usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan
    kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling pada partisipan
    sebanyak 112 individu dewasa awal di Kota Bandung. Variabel persepsi diukur
    menggunakan skala yang dikembangkan peneliti, sedangkan perilaku prolingkungan diukur menggunakan adaptasi General Ecological Behavior (GEB).
    Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara
    kedua variabel, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah (ρ = 0.298, p =
    0.001). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi anak
    terhadap PEB orang tua pada masa kanak-kanak, semakin tinggi pula
    kecenderungan PEB anak pada masa dewasa awal, meskipun terdapat berbagai
    faktor lain yang berkontribusi. Secara teoritis, penelitian ini mendukung relevansi
    Social Cognitive Theory dalam menjelaskan transmisi PEB antargenerasi melalui
    mekanisme pembelajaran observasional jangka panjang.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi