
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Digital Carbon Footprint Awareness dengan Online Pro-Environmental Behavior pada Mahasiswa di Pulau Jawa
Perkembangan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan, namun
juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon global melalui ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012026S4164 S4164 Nad h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4164 Nad hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik xvi,; 21 x 29,5 cm 122 hlmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110220135Klasifikasi S4164 Nad hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab Nadhira Nur Rahman -
Perkembangan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan, namun
juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon global melalui konsumsi
energi perangkat, jaringan, dan pusat data. Fenomena ini melahirkan konsep digital
carbon footprint yang menekankan pentingnya kesadaran individu terhadap
dampak lingkungan dari aktivitas digital. Namun, tingkat kesadaran tersebut belum
sepenuhnya diikuti oleh perilaku pro-lingkungan di ranah digital. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan antara digital carbon footprint awareness
dan online pro-environmental behavior pada mahasiswa di Pulau Jawa, serta
mengidentifikasi tingkat masing-masing variabel. Pendekatan yang digunakan
adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 411 mahasiswa dari Pulau Jawa
yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner yang menggunakan Digital Carbon Footprint Awareness Scale dan
Online Pro-Environmental Behavior Scale, kemudian dianalisis menggunakan uji
korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital carbon footprint
awareness berada pada kategori tinggi (59,61%), dengan dimensi knowledge
sebagai kontributor terbesar, sementara online pro-environmental behavior berada
pada kategori sedang (62,29%), dengan dimensi online consumer behavior paling
dominan. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara
kedua variabel (r = 0,367, p < 0,01), namun dengan kekuatan hubungan yang
tergolong lemah dan kontribusi sebesar 13,5% terhadap variasi perilaku. Temuan
ini mengindikasikan adanya awareness–behavior gap, yaitu kondisi di mana
kesadaran mahasiswa terhadap jejak karbon digital belum sepenuhnya terkonversi
menjadi perilaku pro-lingkungan yang konsisten. Mengacu pada Model ProEnvironmental Behavior dari Kollmuss dan Agyeman (2002), kesenjangan ini dapat
dipahami sebagai akibat dari hambatan internal dan eksternal yang kompleks,
meliputi kebiasaan digital, kenyamanan (behavioral convenience), norma sosial,
dan keterbatasan kontrol individu. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku prolingkungan digital dipengaruhi oleh faktor yang jauh lebih kompleks daripada
kesadaran semata, sehingga diperlukan pendekatan yang tidak hanya meningkatkan
pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan baru, memperkuat norma sosial
yang mendukung keberlanjutan, dan menciptakan lingkungan digital yang
memudahkan perilaku ramah lingkungan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






