Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Hubungan Environmental Awareness dengan implementasi gaya hidup minimal waste Berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) pada Mahasiswa di Jawa Barat


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara environmental
awareness dengan implementasi gaya hidup minimal waste berbasis 3R ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012026S4166S4166 Naj hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPADTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4166 Naj h
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    xv,; 21 x 29,5 cm 126 hlm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    S4166 Naj h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara environmental
    awareness dengan implementasi gaya hidup minimal waste berbasis 3R (reduce,
    reuse, recycle) pada mahasiswa di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan
    pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional melalui kuesioner dengan
    jumlah sampel sebanyak 250 mahasiswa di Jawa Barat yang dipilih menggunakan
    teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi
    Spearman's rho karena data tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian
    menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara environmental
    awareness dengan implementasi gaya hidup minimal waste berbasis 3R dengan
    nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,301
    menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel bersifat positif dengan
    kategori rendah. Secara deskriptif, environmental awareness mahasiswa berada
    pada kategori tinggi, sedangkan implementasi gaya hidup minimal waste berbasis
    3R berada pada kategori sedang. Kesenjangan ini mencerminkan adanya valueaction gap, yakni kondisi di mana tingginya kesadaran lingkungan belum
    sepenuhnya terwujud dalam perilaku nyata sehari-hari. Temuan ini dapat dijelaskan
    melalui Model Pro-Environmental Behavior (Kollmuss & Agyeman, 2002), yang
    menegaskan bahwa perilaku pro-lingkungan tidak hanya dipengaruhi oleh
    kesadaran, melainkan juga oleh faktor internal lainnya seperti motivasi dan
    kebiasaan, serta faktor eksternal seperti norma sosial, dukungan institusional, dan
    ketersediaan infrastruktur.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi