Detail Cantuman

No image available for this title

Tesis  

[TESIS] HUBUNGAN ANTARA CAREGIVER DAN PEER ATTACHMENT DENGAN PSYCHOLOGICAL DISTRESS PADA REMAJA USIA 12-15 TAHUN DI PONDOK PESANTREN


Psychological distress merupakan kondisi tidak nyaman secara emosional yang rentan
dialami oleh remaja awal, namun dinamika ini menjadi lebih ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19042026T1024T1024 Kho hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Tesisi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T1024 Kho h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xi,; 29 x 21 cm , 74 hlm,
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190120240002
    Klasifikasi
    T1024 Kho h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [TESIS]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Psychological distress merupakan kondisi tidak nyaman secara emosional yang rentan
    dialami oleh remaja awal, namun dinamika ini menjadi lebih kompleks ketika mereka
    berada di lingkungan pondok pesantren yang menuntut keterpisahan fisik dari orang
    tua dan adaptasi kehidupan komunal yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
    hubungan antara caregiver dan peer attachment dengan psychological distress pada
    remaja usia 12–15 tahun di pondok pesantren. Penelitian ini dilakukan menggunakan
    pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini
    melibatkan 261 santri remaja yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling.
    Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Inventory of Parent and Peer
    Attachment-Revised (IPPA-R) untuk mengukur caregiver dan peer attachment, serta
    Mental Health Inventory-38 (MHI-38) untuk mengukur psychological distress pada
    santri. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil
    penelitian menunjukkan bahwa caregiver dan peer attachment berhubungan negatif
    dan signifikan dengan psychological distress. Temuan ini mengindikasikan bahwa
    kualitas hubungan emosional yang aman, penuh kepercayaan, dan komunikasi yang
    terbuka dengan wali kamar maupun teman sebaya berkontribusi positif sebagai faktor
    pelindung dalam menurunkan tingkat psychological distress santri selama di pondok
    pesantren. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pihak pengelola pesantren dalam
    merancang program pembinaan kesehatan mental santri melalui optimalisasi peran
    pengasuhan wali kamar serta penciptaan ruang interaksi sosial yang sehat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi