Detail Cantuman

No image available for this title

Tesis  

[TESIS] MARITAL QUALITY ORANGTUA YANG BERPERAN SEBAGAI CAREGIVER DARI ANAK YANG MENGIDAP KANKER: PENDEKATAN STUDI KASUS


Diagnosis kanker pada anak merupakan pengalaman yang kompleks dan penuh
tekanan bagi keluarga, khususnya bagi orangtua yang berperan sebagai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19042026T1022T1022 Dhi mPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Tesisi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T1022 Dhi m
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvii.; 29x21 cm278 hlm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190120240006
    Klasifikasi
    T1022 Dhi m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [TESIS]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Diagnosis kanker pada anak merupakan pengalaman yang kompleks dan penuh
    tekanan bagi keluarga, khususnya bagi orangtua yang berperan sebagai caregiver
    utama selama proses pengobatan. Berbeda dengan pengasuhan anak dengan kondisi
    perkembangan tipikal maupun sebagian kondisi kesehatan lainnya, orangtua
    dengan anak kanker menghadapi tuntutan caregiving yang bersifat intensif dan
    berkelanjutan, seperti ketidakpastian terhadap prognosis anak, prosedur pengobatan
    yang panjang, perubahan kondisi fisik anak, tuntutan pendampingan selama
    perawatan, tekanan finansial, serta perubahan dinamika kehidupan keluarga.
    Berbagai tuntutan tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis
    caregiver, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas hubungan pernikahan
    orangtua dalam menjalankan peran sebagai pasangan sekaligus caregiver. Marital
    quality merupakan evaluasi subjektif individu terhadap hubungan pernikahannya
    yang mencakup aspek kepuasan, penyesuaian, serta dinamika relasi dengan
    pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan marital quality pada
    orangtua yang berperan sebagai caregiver dari anak yang mengidap kanker, ditinjau
    berdasarkan dimensi marital satisfaction dan marital adjustment. Penelitian ini
    menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
    Partisipan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu
    orangtua dari anak yang mengidap kanker dan berperan sebagai caregiver utama.
    Subjek penelitian terdiri dari 11 orangtua (4 ayah dan 7 ibu) pejuang kanker anak
    yang tinggal sementara di rumah singgah, serta melibatkan pendiri Rumah Pejuang
    Kanker Ambu Bandung sebagai subjek triangulasi. Data penelitian diperoleh
    melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi.
    Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan pendekatan topdown. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil
    penelitian menunjukkan bahwa pengalaman memiliki anak dengan kanker menjadi
    sumber tekanan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan pernikahan. Pada
    konteks caregiving, orangtua menghadapi dinamika psikologis berupa
    kekhawatiran terhadap kondisi anak, rasa takut kehilangan, kelelahan emosional,
    perubahan peran dalam keluarga, keterbatasan waktu bersama pasangan, serta
    tantangan ekonomi selama proses pengobatan. Namun, tekanan tersebut tidak selalu
    berujung pada penurunan kualitas pernikahan karena pasangan mengembangkan
    berbagai strategi adaptasi untuk menghadapi kondisi tersebut. Pada dimensi marital
    satisfaction, aspek yang relatif lebih terlihat pada pasangan adalah komunikasi,
    kesamaan tujuan dalam pengasuhan anak, orientasi agama, serta dukungan dari
    keluarga dan lingkungan sosial. Pasangan menunjukkan upaya untuk saling
    memahami, berbagi tanggung jawab, dan mempertahankan kerja sama dalam
    menghadapi kondisi anak. Meskipun demikian, beberapa aspek masih menjadi
    tantangan, terutama terkait waktu luang bersama pasangan, pembagian peran
    selama caregiving, pengelolaan tekanan finansial, serta pengelolaan konflik yang
    muncul akibat kelelahan dan perbedaan respons emosional terhadap situasi yang
    dihadapi. Pada dimensi marital adjustment, pasangan menunjukkan kemampuan
    v
    melakukan penyesuaian melalui kesepakatan dalam pengambilan keputusan,
    dukungan emosional, dan upaya mempertahankan kebersamaan selama masa
    pengobatan anak. Namun, proses penyesuaian tersebut tetap menghadapi tantangan
    berupa perubahan pola interaksi pasangan, berkurangnya kesempatan membangun
    kedekatan sebagai pasangan, serta perubahan bentuk ekspresi kasih sayang akibat
    meningkatnya fokus terhadap kebutuhan anak. Dengan demikian, penyesuaian
    pernikahan dalam konteks orangtua caregiver anak kanker merupakan proses
    dinamis yang terus berkembang mengikuti perubahan kondisi anak dan tuntutan
    caregiving. Secara keseluruhan, marital quality pada orangtua dengan anak kanker
    menggambarkan proses negosiasi antara tekanan caregiving dan upaya
    mempertahankan hubungan pernikahan. Kondisi kanker pada anak menjadi
    stressor signifikan yang dapat meningkatkan kerentanan dalam hubungan pasangan,
    tetapi pasangan juga menunjukkan kapasitas adaptif melalui komunikasi,
    penerimaan, pemaknaan positif, dukungan sosial, serta kemampuan membangun
    kerja sama. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pernikahan pada orangtua
    dengan anak kanker tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya permasalahan,
    tetapi oleh bagaimana pasangan menghadapi, mengelola, dan beradaptasi terhadap
    pengalaman krisis bersama.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi