
Skripsi
[SKRIPSI] MEMBANGUN HARAPAN DI TENGAH KETERBATASAN: STUDI NARATIF PADA MANTAN ANAK JALANAN USIA REMAJA SANGGAR SENJA CIBINONG
Mantan anak jalanan merupakan kelompok yang rentan menghadapi berbagai
bentuk adversitas, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012026S4152 S4152 Jac m Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4152 Jac mPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik xvii,; 29 x 21 cm , 325 hlm,Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110220006Klasifikasi S4152 Jac mTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab Jacinda Nathania Aufi -
Mantan anak jalanan merupakan kelompok yang rentan menghadapi berbagai
bentuk adversitas, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, kehilangan
figur pengasuh, kekerasan dalam keluarga, dan berbagai risiko psikososial.
Meskipun demikian, mereka tetap dapat mengembangkan harapan terhadap masa
depan. Harapan merupakan kekuatan psikologis yang membantu individu
menetapkan tujuan, menemukan cara untuk mencapai tujuan tersebut, serta
mempertahankan motivasi dalam menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini
bertujuan untuk memahami bagaimana mantan anak jalanan usia remaja di
Sanggar Senja Cibinong menarasikan dan membangun harapan berdasarkan
Snyder's Hope Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode analisis naratif. Analisis dilakukan untuk memahami pengalaman hidup
partisipan, cara mereka memaknai pengalaman tersebut, serta bagaimana harapan
dibangun dan dipertahankan dalam narasi kehidupan mereka. Partisipan penelitian
terdiri atas empat mantan anak jalanan usia remaja awal (14–15 tahun) yang
merupakan binaan Sanggar Senja Cibinong. Data dikumpulkan melalui metode
in-depth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan berkembang
melalui proses yang dinamis sesuai dengan Full Hope Model Snyder. Learning
history partisipan ditandai oleh berbagai pengalaman adversitas, seperti
kemiskinan, kehilangan figur orang tua, kekerasan, penelantaran, putus sekolah,
dan keterlibatan dalam kehidupan jalanan. Pengalaman tersebut membentuk
outcome value yang berpusat pada keinginan memperbaiki kondisi hidup diri dan
keluarga. Outcome value ini mendorong berkembangnya pathways thoughts
berupa berbagai strategi untuk mencapai tujuan melalui pendidikan,
pengembangan keterampilan, dan aktivitas produktif. Agency thoughts
berkembang melalui pengalaman keberhasilan dan dukungan sosial, yang
kemudian terwujud dalam goal behaviors berupa berbagai upaya nyata untuk
mencapai masa depan yang lebih baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa harapan
pada mantan anak jalanan usia remaja Sanggar Senja Cibinong tidak berkembang
secara individual semata, melainkan melalui interaksi antara pengalaman hidup,
tujuan yang bermakna, dukungan sosial, dan keyakinan terhadap kemampuan diri
untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






