Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3515-Optimasi Pati Jagung Lokal Pulut (Zea mays L.) Sebagai Pengikat Pada Sediaan Tablet (Nadya Nur Kusumo; Dr.rer.nat Anis Y. Chaerunisaa, M.Si; Dr. Marline Abdassah, MS)


Industri farmasi di Indonesia banyak menggunakan pati jagung impor sebagai pengikat pada sediaan tablet. Dalam usaha mengurangi penggunaan bahan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201701033515Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3515
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3515
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Industri farmasi di Indonesia banyak menggunakan pati jagung impor sebagai pengikat pada sediaan tablet. Dalam usaha mengurangi penggunaan bahan tambahan impor, terutama pati, telah dilakukan perbandingan pati jagung lokal pulut (Zea mays L.) dengan pengikat lain (Amilum Manihot, Na-CMC dan HPMC). Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi pengikat 2,5; 5; dan 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik setiap pengikat adalah pati jagung lokal 5%; Na-CMC 2,5%; Amilum Manihot 5%; dan HPMC 5%. Pengujian terhadap pati jagung lokal dengan konsentrasi terbaik (5%) dibandingkan dengan pati jagung standar (Roquette) dengan konsentrasi yang sama sebagai binder pada tablet Teofilin. Evaluasi terhadap granul dan tablet memperlihatkan hasil dimana pati jagung lokal dengan pati jagung standar memiliki nilai yang hampir sama menandakan bahwa pati jagung lokal pulut dapat digunakan sebagai pengikat yang baik. Untuk melihat pengaruh pengikat pati jagung lokal terhadap pelepasan obat dengan perbedaan
    kelarutan, dilakukan pengujian dengan menggunakan dua zat aktif yaitu Teofilin dan Isoniazid yang memiliki kelarutan dalam air yang berbeda. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa tidak terdapat pengaruh dari pengikat pati jagung lokal sebagai pengikat pada pelepasan obat karena pengaruh yang besar lebih disebabkan oleh sifat kelarutan zat aktif yaitu Isoniazid yang mudah larut dalam air menujukkan pelepasan obat yang lebih cepat dibandingkan Teofilin yang memiliki sifat yang sukar larut air.
    Kata kunci : Pati jagung lokal, granulasi basah, teofilin, isoniazid
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi