
Disertasi
[DISERTASI] EXPLAINING MULTISYSTEM RESILIENCE IN UNDERGRADUATE STUDENTS: A MIXED METHOD RESEARCH OF ACADEMIC STRESSORS, MULTI-PROTECTIVE FACTORS, CULTURAL SYSTEMS, AND STUDENT ENGAGEMENT
Penelitian ini mengisi celah dalam riset resiliensi pada pendidikan tinggi, khususnya
dalam konteks pemahaman resiliensi multisistemik di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 190132026D102 D102 Mir e Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil D102 Mir ePenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik 183 hlm,; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190130220009Klasifikasi D102 Mir eTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [DISERTASI]Pernyataan Tanggungjawab Miryam Wedyaswari -
Penelitian ini mengisi celah dalam riset resiliensi pada pendidikan tinggi, khususnya
dalam konteks pemahaman resiliensi multisistemik di kalangan mahasiswa sarjana di
Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana berbagai level faktor protektif
meningkatkan keterlibatan mahasiswa (student engagement)—yaitu sejauh mana
mahasiswa terlibat dalam pembelajaran secara kognitif, emosional, dan intensional,
serta menunjukkan perilaku yang terlibat—meskipun terpapar stresor akademik, serta
apakah aspek budaya memengaruhi proses yang memungkinkan resiliensi. Penelitian
eksplanatori metode campuran dilakukan terhadap mahasiswa sarjana tahun ketiga
(n = 920). Pada tahapan kuantitatif, analisis mediasi-moderasi ganda dilakukan
menggunakan PROCESS v.4.2. Temuan menunjukkan bahwa gaya hidup sehat,
resiliensi psikologis, resiliensi sosioekologis, dan persepsi dukungan universitas
memediasi secara penuh hubungan antara persepsi stres akademik dan keterlibatan
mahasiswa. Efek tidak langsung negatif menunjukkan bahwa meningkatnya stres
akademik dapat menurunkan keterlibatan mahasiswa melalui penurunan faktor
protektif. Namun, keberadaan faktor protektif yang memadai dapat meredam dampak
negatif tersebut. Komitmen religius dan identitas budaya berhubungan positif dengan
seluruh faktor protektif; namun, kedua variabel tersebut tidak memoderasi pengaruh
persepsi stresor akademik terhadap keterlibatan mahasiswa.
Investigasi kualitatif lebih lanjut dilakukan untuk menjelaskan proses resiliensi
serta bagaimana aspek agama dan budaya berinteraksi dengan faktor lain dalam
mendukung performa mahasiswa. Wawancara kualitatif dari 12 mahasiswa pada
empat profil resiliensi (competent, resilient, stressed, withdrawn) menyoroti
pentingnya pembelajaran eksperiensial, keberanian untuk terhubung dengan orang
lain (courage to connect), serta lingkungan yang mendukung dan membina (nurturing
and fostering environments). Keyakinan religius, internalisasi nilai-nilai dan
kebiasaan orang tua, serta pengalaman hidup yang signifikan muncul sebagai sistem
budaya yang membentuk pola pikir, strategi koping, dan keterlibatan mahasiswa.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi merupakan proses multisistemik yang
dinamis yang dipengaruhi oleh sistem makna internal, kapasitas internal, dan
dukungan eksternal, yang berimplikasi pada intervensi resiliensi individu, desain
instruksional berbasis resiliensi, serta kebijakan institusional. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






