
Tesis
[TESIS] STUDI KASUS TENTANG KEYAKINAN MALADAPTIF PADA PEREMPUAN DEWASA DENGAN GANGGUAN STRESS PASCA TRAUMA AKIBAT KEKERASAN OLEH PASANGAN
Perempuan yang mengalami kekerasan dalam hubungan romantis berisiko tinggi
mengembangkan cognitive schemas negatif yang berdampak pada ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042025T1016 T1016 Han s Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T1016 Han sPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik x, 205 hlm,; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420210021Klasifikasi T1016 Han sTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [TESIS]Pernyataan Tanggungjawab Hanna Euodia Krisselpy A -
Perempuan yang mengalami kekerasan dalam hubungan romantis berisiko tinggi
mengembangkan cognitive schemas negatif yang berdampak pada identitas diri
dan relasi interpersonal, serta kesulitan dalam memproses pengalaman emosional
traumatis yang berpotensi memicu gangguan stres pasca trauma (PTSD). Studi
kasus ini bertujuan menggambarkan dinamika keyakinan maladaptif pasca trauma
pada tiga perempuan dewasa penyintas kekerasan oleh pasangan di DKI Jakarta.
Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik, within-case analysis dan
cross-case synthesis. Hasil menunjukkan bahwa ketiga responden menunjukkan
pola pasca-trauma yang konsisten, ditandai dengan keyakinan bahwa dunia dan
relasi interpersonal tidak aman (threats of harm), penurunan harga diri yang
signifikan disertai self-blame (self-worth and judgements), serta ketidakpercayaan
mendalam terhadap pasangan maupun orang lain (reliability and trustworthiness).
Gambaran kepribadian ketiganya didominasi neuroticism tinggi, agreeableness
sedang–tinggi, dan openness moderat, di mana neuroticism memperkuat
kerentanan emosional, sedangkan agreeableness dan openness memberi peluang
adaptasi sosial yang positif namun juga meningkatkan risiko eksploitasi.
Dinamika ini menegaskan bahwa dampak intimate partner violence tidak hanya
merusak relasi interpersonal, tetapi juga membentuk keyakinan maladaptif
terhadap diri, rasa aman, dan kepercayaan sosial, sehingga pemulihan
memerlukan intervensi yang menyasar pemulihan citra diri, penetapan batas sehat,
dan penguatan rasa aman. Penelitian menyimpulkan bahwa pemulihan PTSD
akibat kekerasan pasangan membutuhkan pendekatan holistik, termasuk perbaikan
schema diri, penguatan coping adaptif, dan pemahaman terhadap keunikan
pengalaman subyektif penyintas.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






