
Tesis
[TESIS] Dari Maskulinitas Hegemonik ke Maskulinitas Reflektif: Dinamika Norma Maskulinitas dan Konflik Peran Gender pada Laki-Laki Dewasa Awal Generasi Z
Maskulinitas merupakan konstruksi sosial yang bersifat dinamis dan terus
mengalami perubahan seiring perkembangan sosial serta meningkatnya ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042026T1004 T1004 Sor d Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T1004 Sor dPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatiangor., 2026 Deskripsi Fisik xi, 114 hlm,; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190120230004Klasifikasi T1004 Sor dTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [TESIS]Pernyataan Tanggungjawab Soraya Dian Pangestika Purnawan -
Maskulinitas merupakan konstruksi sosial yang bersifat dinamis dan terus
mengalami perubahan seiring perkembangan sosial serta meningkatnya perhatian
terhadap kesehatan mental. Generasi Z, sebagai kelompok yang tumbuh dalam
konteks perubahan nilai, menunjukkan pola pemaknaan maskulinitas yang berbeda
dibandingkan generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
dinamika maskulinitas pada laki-laki dewasa awal Generasi Z serta keterkaitannya
dengan konflik peran gender menggunakan pendekatan mixed methods.
Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dengan integrasi data melalui
joint display. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis
menggunakan analisis tematik. Sementara data kuantitatif dikumpulkan
menggunakan Male Role Norms Inventory (MRNI) dan Gender Role Conflict Scale
(GRCS), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi, dan
regresi linear sederhana.
Temuan kualitatif mengungkap adanya rekonstruksi makna maskulinitas yang
ditandai oleh keterbukaan emosional, penerimaan terhadap kerentanan, orientasi
pada kesehatan mental, serta pemaknaan peran gender yang lebih relasional.
Sementara hasil penelitian kuantitatif yang menunjukkan adanya hubungan yang
sangat kuat dan signifikan antara internalisasi norma maskulinitas dan konflik peran
gender, dengan norma maskulinitas sebagai prediktor utama konflik peran gender.
Hal ini mengindikasikan bahwa norma maskulinitas tradisional masih beroperasi
secara struktural dan berkontribusi terhadap konflik peran gender.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa maskulinitas pada laki-laki dewasa awal
Generasi Z berada dalam fase transisional, di mana konflik peran gender
mencerminkan ketegangan antara norma maskulinitas tradisional dan kebutuhan
psikologis individu, sekaligus membuka ruang refleksi menuju pembentukan
identitas maskulin yang lebih adaptif.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






