
Tesis
[TESIS] PERAN GENDER SEBAGAI MODERATOR DALAM HUBUNGAN ANTARA HOME LEARNING ACTIVITIES DAN RECEPTIVE VOCABULARY PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Perkembangan receptive vocabulary pada usia awal sekolah dasar berperan penting dalam
kemampuan literasi awal dan kesiapan akademik. Dalam ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042026T1008 T1008 Kar p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T1008 Kar pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik 106 hlm, 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190120240011Klasifikasi T1008 Kar pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [TESIS]Pernyataan Tanggungjawab Karinta Elmira Amalia -
Perkembangan receptive vocabulary pada usia awal sekolah dasar berperan penting dalam
kemampuan literasi awal dan kesiapan akademik. Dalam perspektif ekologi perkembangan dari
Urie Bronfenbrenner, lingkungan keluarga sebagai mikrosistem berkontribusi terhadap
perkembangan bahasa anak melalui Home Learning Activities (HLA). Di sisi lain, literatur
internasional, yang sebagian besar berkembang dalam konteks Barat, menunjukkan adanya potensi
hubungan positif antara praktik literasi rumah dan kemampuan bahasa serta kemungkinan
perbedaan berdasarkan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran gender sebagai
moderator dalam hubungan antara HLA dan receptive vocabulary pada anak sekolah dasar usia 6
7 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data
HLA diperoleh melalui kuesioner laporan orang tua, sedangkan receptive vocabulary diukur
menggunakan instrumen Kosakata Padjadjaran (KosaPad). Analisis dilakukan dengan regresi
moderasi. Hasil menunjukkan bahwa HLA tidak berhubungan secara signifikan dengan receptive
vocabulary. Selain itu, interaksi antara HLA dan gender juga tidak signifikan, sehingga gender
tidak memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada konteks dan
sampel penelitian ini, variasi receptive vocabulary tidak dapat dijelaskan oleh frekuensi HLA
maupun perbedaan gender. Secara teoretis, hasil ini memberikan kontribusi terhadap literatur
perkembangan bahasa di Indonesia dengan menunjukkan bahwa asumsi umum mengenai
hubungan positif antara praktik literasi rumah dan kemampuan kosakata tidak selalu terkonfirmasi
dalam konteks budaya yang berbeda. Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan
kualitas interaksi verbal serta faktor kontekstual yang lebih luas dalam memahami perkembangan
kosakata anak usia awal sekolah dasar.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






