
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Workplace Sedentary Behavior dengan Work Related Quality of Life pada Karyawan Perusahaan X
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perilaku
sedentari di tempat kerja (workplace sedentary behavior) dan Work-Related
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012026S4136 S4136 Naz h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4136 Naz hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiii,; 98 hlm, 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210129Klasifikasi S4136 Naz hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab Nazwa Syifa Kamila -
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara perilaku
sedentari di tempat kerja (workplace sedentary behavior) dan Work-Related
Quality of Life pada karyawan Perusahaan X. Perilaku sedentari didefinisikan
sebagai perilaku saat bangun dengan pengeluaran energi kurang dari 1,5 MET
dalam posisi duduk atau bersandar, yang umum terjadi pada pekerja kantor.
Quality of working life adalah persepsi karyawan terhadap sejauh mana
lingkungan kerja mendukung kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan melalui
enam dimensi: general well-being, job and career satisfaction, home–work
interface, control at work, working conditions, dan stress at work. Penelitian
kuantitatif korelasional ini melibatkan 63 karyawan tetap yang telah bekerja
minimal dua tahun dan melakukan pekerjaan berbasis desk-based. Data
dikumpulkan menggunakan alat ukur Occupational Sedentary and Physical
Activity Questionnaire (OSPAQ) untuk mengukur perilaku sedentari dan
Work-Related Quality of Life Scale (WRQoL) untuk mengukur Quality of working
life.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa karyawan rata-rata
menghabiskan waktu 7–8 jam per hari untuk duduk selama jam kerja, yang
menandakan tingkat perilaku sedentari yang tinggi. Analisis korelasi Pearson’s
product–moment menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
perilaku sedentari di tempat kerja dan Quality of Working Life secara
keseluruhan (r = –0,113; p = 0,376), maupun pada setiap dimensi Quality of
Working Life , meliputi general well-being, home–work interface, job and career
satisfaction, control at work, work conditions, dan stress at work (seluruh p >
0,05).Temuan ini mengisyaratkan bahwa faktor lain, seperti kondisi psikologis,
sosial, atau aspek organisasi, kemungkinan lebih dominan dalam memengaruhi
Quality of Working Life .
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






