Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DAN INTENSI MENDONORKAN DARAH PADA MAHASISWA DI JATINANGOR


Donor darah merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang
dapat menyelamatkan nyawa. Namun, Indonesia masih ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4131S4131 Dea hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4131 Dea h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210025
    Klasifikasi
    S4131 Dea h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Donor darah merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang
    dapat menyelamatkan nyawa. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan
    serius dalam memenuhi kebutuhan darah nasional. Berdasarkan data Palang
    Merah Indonesia (2023), stok darah nasional hanya mencapai 77.438 kantong,
    jauh di bawah kebutuhan ideal sebesar 5.56 juta kantong per tahun. Kondisi ini
    mengancam penanganan kasus medis darurat seperti kecelakaan, persalinan, dan
    penyakit kronis. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif dan sehat memiliki
    potensi besar menjadi pendonor darah berkelanjutan, khususnya di Jatinangor
    yang ditempati banyak perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengetahui hubungan antara konformitas dan intensi mendonorkan darah pada
    mahasiswa di Jatinangor. Penelitian dengan metode kuantitatif korelasional ini
    melibatkan 259 mahasiswa aktif di Jatinangor yang memenuhi kriteria awal donor
    darah. Pengumpulan data menggunakan skala Konformitas dan skala Intensi
    Mendonorkan Darah. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rho dan
    uji beda nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang
    sangat rendah antara konformitas dan intensi mendonorkan darah ( r = -0.131 , p <
    0.05). Artinya, semakin tinggi konformitas mahasiswa, maka semakin rendah
    intensi mendonorkan darahnya. Temuan menarik mengungkap bahwa aspek
    pengaruh normatif & informasional berhubungan negatif dengan dimensi donation
    anxiety ( r = -0.231) ( r = -0.276). Di mana semakin tinggi konformitas mahasiswa,
    maka semakin rendah kecemasan mereka terhadap kegiatan donor darah. Tidak
    ditemukan perbedaan konformitas berdasarkan jenis kelamin, usia, atau asal
    universitas, tetapi mahasiswa di Jatinangor yang belum pernah mendonorkan
    darahnya memiliki konformitas lebih tinggi. Intensi mendonorkan darah lebih
    tinggi pada mahasiswa yang pernah mendonorkan darah dan pada mahasiswa
    IPDN. Strategi promosi donor darah sebaiknya berfokus pada mengurangi
    kecemasan dengan memberikan testimoni positif serta informasi prosedur donor
    darah yang aman.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi