
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Antara Parentifikasi dan Psychological Well-Being pada Individu Berusia 18-25 Tahun
Parentifikasi merupakan salah satu fenomena yang cukup umum terjadi di seluruh
dunia. Namun, penelitian mengenai parentifikasi pada dewasa ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4129 S4129 Sil h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4129 Sil hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik ix, 171 hlm,; 23.5 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210036Klasifikasi S4129 Sil hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab Silvia Aini -
Parentifikasi merupakan salah satu fenomena yang cukup umum terjadi di seluruh
dunia. Namun, penelitian mengenai parentifikasi pada dewasa awal di Indonesia
masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara
parentifikasi dan psychological well-being pada individu berusia 18-25 tahun.
Penelitian dilakukan kepada 215 responden (M= 20.03, SD=1.29, 72.1%
perempuan) pada mahasiswa Universitas Padjadjaran yang berusia 18-25 tahun
dengan pemilihan responden menggunakan teknik probability sampling. Alat ukur
yang digunakan adalah Parentification Inventory serta Psychological Well-Being
Scale. Data dianalisis dengan menggunakan metode uji regresi linear sederhana
untuk melihat hubungan setiap dimensi dalam parentifikasi dengan psychological
well-being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara
parentifikasi instrumental (F(1,213) = 0.070, p = 0.791) dan parentifikasi
emosional (F(1,213) = 0.270, p = 0.604) dengan psychological well-being, namun
terdapat hubungan positif antara perceived benefit (F(1,213) = 65.399, p = 0.000)
dan psychological well-being. Uji beda pada faktor risiko parentifikasi
menunjukkan parentifikasi lebih tinggi ditemukan pada anak pertama dalam
keluarga, memiliki orang tua tiri, atau memiliki saudara tiri. Penelitian selanjutnya
dapat mengeksplorasi lebih lanjut mengenai peran perceived benefit dalam
parentifikasi dan faktor yang dapat meningkatkan perceived benefit individu
tersebut.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






