Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3581-Sintesis MI-SPE Kuersetin Dengan Menggunakan Monomer Asam Metakrilat (Tri Ulfa Rahmatia; Sandra Megantara, M.Farm; Rimadani Pratiwi, M.Si)


Solid Phase Extraction (SPE) dengan teknik Molecularly Imprinted Polymer (MIP) saat ini telah dikembangkan untuk isolasi senyawa dari bahan alam.Pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201700663581Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3581
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Solid Phase Extraction (SPE) dengan teknik Molecularly Imprinted Polymer (MIP) saat ini telah dikembangkan untuk isolasi senyawa dari bahan alam.Pada penelitian ini senyawa yang digunakan yaitu kuersetin.Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sorben MI-SPE kuersetin dengan monomer asam metakrilat sehingga selektivitas dan karakter fisik dapat diketahui. MIP kuersetin disintesis dengan metode bulk polymerizationdengan menggunakan kuersetin sebagai template, asam metakrilat sebagai monomer fungsional, etilen glikol dimetakrilat (EGDMA) sebagai cross-linker, 2,2’-azobisisobutironitril (AIBN) sebagai inisiator dan campuran pelarut porogen asetonitril : metanol (1 : 4). Non Imprinted Polymer (NIP) dibuat sebagai polimer kontrol tanpa penambahan template. Hasil sintesis dievaluasi terhadap beberapa jenis pelarut, hasil yang diperoleh meunjukkan pelarut asetonitril memiliki kemampuan adsorpsi tertinggi dengan nilai 42,13%. Keselektifan sorben diperoleh dari nilai imprinting factor yang merupakan rasio antara koefisien distribusi MIP terhadap NIP. Nilai imprinting factor kuersetin dibandingkan dengan golongan flavonoid lain yaitu genistein dan luteolin. Hasil yang didapatkan menunjukkan sorben MI-SPE lebih selektif terhadap kuersetin dengan nilai imprinting factor paling tinggi sebesar 4,68. Ikatan hidrogen yang terbentuk pada reaksi antara template dan monomer ditunjukkan dengan adanya pergeseran bilangan gelombang pada gugus OH dan C=O pada MIP sebelum dan sesudah ekstraksi. Analisis interaksi kuersetin dan asam metakrilat juga dilakukan secara komputasi dengan hasil binding afinity (Ei) sebesar -1.6 kkal/mol melalui interaksi hidrofobik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam metakrilat dapat digunakan sebagai monomer fungsional dalam pembuatan MI-SPE kuersetin dan sorben MI-SPE lebih selektif terhadap kuersetin dibandingkan luteolin dan genistein.
    Kata kunci : Molecularly imprinted polymer, kuersetin, asam metakrilat, EGDMA, AIBN, pelarut porogen asetonitril, FTIR.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi