
Text
3572-Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Beringin (Ficus benjamina Linn.) dan Fraksi-fraksinya Terhadap Bakteri Bacillus subtilis ATCC 6633 (Dhita Dwi Pricilia; Dr. Tiana Milanda, M.Si; Zelika Mega Ramadhania, M.Si)
ABSTRAK
Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan angka kematian didunia maupun indonesia. Infeksi saluran ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20170053 3572 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3572Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2017 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
ABSTRAK
Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan angka kematian didunia maupun indonesia. Infeksi saluran cerna dapat disebabkan oleh bakteri Bacillus subtilis. Daun beringin (Ficus benjamina Linn) merupakan salah satu tumbuhan yang diketahui mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat dan fraksi-fraksinya terhadap Bacillus subtilis. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut dengan gradien kepolaran mulai dari n-heksana, etil asetat, dan metanol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi agar dengan teknik perforasi. Fraksi teraktif digunakan untuk menentukan rentang Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) yang ditentukan melalui metode mikrodilusi menggunakan microtitter plate 96 wells. Hasil uji aktivitas menunjukan bahwa ekstrak yang paling aktif terhadap Bacillus subtilis adalah ekstrak etil asetat. Kelompok fraksi II (6-8) adalah fraksi teraktif dengan diameter hambat pertumbuhan Bacillus subtilis sebesar 13,32 mm pada konsentrasi 10%. Fraksi teraktif ini diketahui mengandung senyawa flavonoid, steroid, polifenol, dan terpenoid, yang diduga memiliki aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis kemudian dilakukan penentuan KHTM dan KBM. Hasilnya adalah fraksi memiliki nilai KHTM pada konsentrasi 2,5% (b/v) dan memiliki nilai KBM pada konsentrasi 5% (b/v).
Kata kunci : Daun beringin (Ficus benjamina Linn.), Antibakteri, Bacillus subtilis ATCC 6633 -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






