Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

3568-Formulasi Edible Film Sari Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn.) Sebagai Sediaan Nutrasetikal (Mega Hijriawati; Arif Budiman, M.Si; Prof. Dr. Ir. Warid Ali Qosim, MP)


Nutrasetikal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan nutrisi yang mencakup makanan, tumbuhan, atau bahan alami, yang telah terkonsentrasi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP201700493568Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3568
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Nutrasetikal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan nutrisi yang mencakup makanan, tumbuhan, atau bahan alami, yang telah terkonsentrasi dan digunakan untuk memelihara kesehatan, mengobati penyakit, atau untuk menghindari efek samping. Salah satu sumber pangan berbahan dasar alami yang sedang diminati dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk nutrasetikal adalah buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) karena memiliki banyak aktivitas, seperti antiinflueanza A, antioksidan dan antiobesitas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan formulasi edible film yang berasal dari daging buah manggis. Penelitian diawali dengan pengeringan sampel daging buah manggis dengan metode freezedryer, lalu dilakukan penapisan fitokimia dan pengujian parameter sari buah. Proses pembuatan edible film dilakukan dengan metode solvent casting. Formulasi sediaan dilakukan dengan memvariasikan polimer HPMC 2% dan 3%, dan plastisizer gliserin 3%, 4%, dan 5%. Kemudian dilakukan evaluasi fisik berupa pengamatan organoleptik, keseragaman bobot dan ketebalan, pH, kadar air, peregangan dan kemamuan pemanjangan film, dan waktu hancur. Selanjutnya dilakukan uji hedonik, serta pengukuran kadar alfa mangostin sebelum dan sesudah formulasi. Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji hedonik, formula terbaik adalah formula yang mengandung ekstrak sari buah manggis 5%, HPMC 2%, dan gliserin 2% dengan waktu hancur pada hari ke-28 (00:46) detik. Hasil pengujian kadar alfa mangostin sebelum formulasi sebesar 0.96% dan sesudah formulasi pada hari ke 28 sebesar 0,04%.
    Kata kunci: Nutrasetikal, Sari Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn.),
    Edible film
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi