Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Hikayat Sultanul Injilai dan Pau-Pau Rikadong


Inilah sebuah kisah. Dahulu, ada seorang raja bernama Sultanul Injilai. Isterinya bernama Siti Safiah, mempunyai dua orang putera. Seorang bernama ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FIB011918899.2262 MUL hPerpustakaan Fakultas Ilmu BudayaTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Budaya
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    899.2262 MUL h
    Penerbit Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : JAKARTA.,
    Deskripsi Fisik
    91 hlm; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    899.2262
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    Ed. 1, Cet. 1
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Inilah sebuah kisah. Dahulu, ada seorang raja bernama Sultanul Injilai. Isterinya bernama Siti Safiah, mempunyai dua orang putera. Seorang bernama Abdul Jumali, seorang bernama Abdul Julali. Demikianlah, beberapa lama memerintah, pergilah ia berjalan-jalan ke kebun bersama dengan hambanya, demikian pula pakkalawing epuk (orang kepercayaan). Tiba-tiba ia melihat seekor burung tekukur bertengger di atas pohon ara. Maka disuruh ambillah sumpitnya, lalu disumpitlah burung tekukur itu. Dikenalah sayap burung tekukur itu sehingga jatuhlah ke tanah. Disuruhlah hambanya pergi memungut burung itu. Pergilah hamba itu memungutnya lalu membawanya kepada raja. Raja pun hendak menyembelih burung tekukur itu.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi