
Skripsi
[SKRIPSI] HUBUNGAN ANTARA RELASI ORANG TUA-ANAK DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR
Relasi antara orang tua dengan anak dalam keluarga merupakan hal yang
penting, karena bagi anak keluarga adalah lingkungan pertama bagi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4120 S4120 Lig h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4120 Lig hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xv, 213 hlm; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110160051Klasifikasi S4120 Lig hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Lignita Widyasari -
Relasi antara orang tua dengan anak dalam keluarga merupakan hal yang
penting, karena bagi anak keluarga adalah lingkungan pertama bagi seorang anak
untuk bersosialisasi, belajar, dan bertumbuh-kembang. Relasi dengan orang tua
terbukti memengaruhi well-being, terutama saat fase remaja. Pada remaja akhir,
hubungan orang tua-anak ini mulai bergeser dari yang sebelumnya sangat
bergantung menjadi mulai diberikan tanggung jawab dan kebebasan untuk
mempersiapkan remaja memasuki tahap dewasa. Walaupun begitu, relasi dengan
orang tuanya tetap menjadi salah satu komponen yang penting agar memiliki
subjective well-being yang positif dan dapat berhasil memasuki tahap dewasa
dengan matang.
Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah terdapat hubungan antara
relasi orang tua-anak dengan subjective well-being pada remaja akhir. Penelitian
yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif non-experimental dengan pendekatan
penelitian korelasional. Subjek dari penelitian ini adalah 236 mahasiswa Psikologi
Universitas Padjadjaran yang berusia 18-21 tahun. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan adalah stratified sampling. Pengambilan data dilakukan dengan
menggunakan kuesioner online melalui google form yang dikirimkan melalui
kontak personal responden. Alat ukur yang digunakan adalah TRK-B, SWLS, dan
SPANE. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji korelasi Spearman’s
Rho. Hasil dari analisis yang dilakukan menemukan bahwa seluruh dimensi relasi
orang tua-anak berhubungan dengan seluruh dimensi dari subjective well-being.
Dari keenam dimensi, hanya dimensi pembatasan yang berkorelasi negatif dengan
kepuasan hidup dan afek positif, tetapi berkorelasi positif dengan afek negatif. Hal
ini berarti semakin tinggi intensitas pembatasan yang dirasakan, semakin rendah
kepuasan hidup dan afek negatif yang dirasakan remaja akhir tetapi semakin tinggi
afek negatif yang dirasakan. Sebaliknya, kelima dimensi lainnya berkorelasi positif
dengan kepuasan hidup dan afek positif, namun berkorelasi negatif dengan afek
negatif. Maka, semakin tinggi intensitas kelima dimensi tersebut, maka kepuasan
hidup dan afek positif remaja akhir akan meningkat dan afek negatifnya akan
menurun. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk orang tua agar melakukan
perilaku yang dapat meningkatkan subjective well-being remaja akhir.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






