
Skripsi
[SKRIPSI] HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN INTENSI MENDONORKAN DARAH PADA MAHASISWA MUSLIM DI JATINANGOR
Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, di mana ajaran agama Islam memiliki pengaruh yang kuat terhadap cara berpikir ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4123 S4123 Fit h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4123 Fit hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xv; 124 hlm; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210003Klasifikasi S4123 Fit hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Fitria Shabrina Ramadhani -
Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, di mana ajaran agama Islam memiliki pengaruh yang kuat terhadap cara berpikir dan berperilaku bagi para penganutnya. Dalam ajaran agama Islam melakukan amal yang menyelamatkan satu nyawa dianggap setara dengan menyelamatkan seluruh umat manusia, seperti melalui tindakan mendonorkan darah. Di sisi lain, ketersediaan darah yang terbatas masih menjadi masalah serius dalam pelayanan kesehatan, termasuk di kawasan jatinangor yang memiliki populasi mahasiswa yang tinggi. WHO merekomendasikan kelompok usia muda, seperti mahasiswa, sebagai pendonor potensial, namun faktor yang memengaruhi niat mereka belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara religiusitas dan intensi mendonorkan darah pada mahasiswa muslim di Jatinangor.
Partisipan terdiri dari 188 mahasiswa muslim di Jatinangor berusia 18 - 25.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis korelasi, serta instrumen Skala Religiusitas Muslim (SRM) dan Intensi Mendonorkan Darah.
Data subjek dikumpulkan melalui kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan intensi
mendonorkan darah, dengan tingkat hubungan yang rendah (r = 0.216). Dimensi
praktek pada religiusitas memiliki hubungan yang paling tinggi terhadap intensi mendonorkan darah yang mengindikasikan bahwa keterlibatan dalam aktivitas ibadah nyata dapat berkaitan dengan intensi mendonorkan darah. Peneliti merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi peran mediasi atau moderasi dari faktor-faktor psikologis lainnya, seperti moral, empati, rasa tanggung jawab sosial, atau pengalaman keagamaan kolektif karena berpotensi memperkuat hubungan antara religiusitas dan intensi mendonorkan darah.
Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pendekatan promosi donor darah yang mempertimbangkan nilai-nilai religius. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






