
Skripsi
[SKRIPSI] PERAN TRUST TERHADAP CONFLICT RESOLUTION STYLES PADA EARLY ADULTHOOD YANG MENJALANI LONG DISTANCE RELATIONSHIP
Tantangan dalam menjalani long distance relationship, seperti minimnya face-to-face interaction, jarak jauh, dan ketidakpastian dapat memberikan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4124 S4124 Wul p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4124 Wul pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xi; 153 hlm; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210097Klasifikasi S4124 Wul pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Wulan Agustin Judith Putri Hartono -
Tantangan dalam menjalani long distance relationship, seperti minimnya face-to-face interaction, jarak jauh, dan ketidakpastian dapat memberikan dampak buruk pada keyakinan seseorang terhadap keterandalan terhadap pasangannya, yaitu trust. Rendahnya trust pada pasangan dapat memantik konflik dalam hubungan romantis yang dapat merusak hubungan jika tidak ditangani dengan baik. Penanganan konflik untuk mengurangi keparahan disebut dengan conflict resolution styles. Kemudian, trust pada pasangan dapat memengaruhi individu dalam memili gaya konflik yang desktruktif atau konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai
pengaruh trust terhadap pemilihan romantic conflict resolution pada long distance romantic relationship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan analisis data regresi linear. Alat ukur yang digunakan adalah Trust in Close Relationship dan Conflict Resolution Styles Inventory (CRSI). Diperoleh responden sebanyak 184 early adulthood yang sedang berkuliah di Universitas Padjadjaran dan menjalani long distance relationship. Uji regresi linear menunjukkan adanya kontribusi signifikan dari trust terhadap positive problem solving sebesar 47% (p < 0.05), conflict engagement sebesar 3,7% (p < 0.05), dan withdrawal sebesar 12,1% (p < 0.001), sementara trust
tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap compliance (R = 0.015, p = 0.054).
Didapati juga bahwa rata-rata tingkat trust pada mahasiswa Universitas Padjadjaran adalah tinggi. Dapat disimpulkan bahwa early adulthood yang menjalani LDR dengan tingkat trust yang tinggi cenderung memilih strategi penyelesaian konflik konstruktif, yaitu positive problem solving, dibandingkan strategi desktruktif seperti withdrawal dan conflict engagement. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tingginya trust menjadi faktor yang mendorong individu untuk menghadapi konflik dengan cara yang sehat walaupuan menghadapi tantangan dalam LDR. Dengan demikian, trust merupakan pondasi penting yang harus dijaga dan tetap bertumbuh dalam hubungan romantis, khususnya LDR. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






