
Tesis
[TESIS] ADAPTASI BUDAYA DAN MODIFIKASI DARING PROTOKOL TREATMENT FOR SELF-INJURIOUS BEHAVIOR PADA MAHASISWA YANG MELAKUKAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY DI UNIVERSITAS PADJADJARAN
Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) mulai menjadi sorotan karena angka prevalensinya yang
meningkat. Fenomena ini bahkan banyak terjadi di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042025T0986 T0986 Ver a Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Thesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0986 Ver aPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xi., 164 hlm.: ill.; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420220005Klasifikasi T0986 Ver aTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik TESISPernyataan Tanggungjawab Veronica -
Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) mulai menjadi sorotan karena angka prevalensinya yang
meningkat. Fenomena ini bahkan banyak terjadi di kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa
Universitas Padjadjaran (UNPAD). NSSI menjadi salah satu masalah yang penting untuk
diperhatikan sehingga pengembangan intervensi khusus untuk NSSI penting untuk dilakukan.
Meskipun terdapat kemajuan yang menjanjikan mengenai intervensi yang dapat mengurangi
perilaku NSSI, tidak banyak intervensi yang dikembangkan untuk menangani NSSI secara
spesifik pada populasi individu dewasa. Treatment for Self-Injurious Behaviors (T-SIB)
merupakan salah satu intervensi spesifik untuk NSSI yang dikembangkan di Amerika. Peneliti
bertujuan untuk mengadaptasi protokol intervensi T-SIB yang sudah terbukti dapat
menurunkan perilaku NSSI agar dapat diterapkan sesuai dengan budaya dalam konteks
perilaku NSSI pada mahasiswa. Metode adaptasi budaya yang dilakukan dalam penelitian ini
terdiri dari 4 tahap, yaitu (1) pengumpulan informasi, (2) menyusun dimensi adaptasi, (3)
konsultasi lokal, (4) evaluasi eksternal. Hasil tahap pertama dikelompokan menjadi empat
kategori yaitu gambaran umum, fenomena, penanganan atau intervensi, dan materi tambahan.
Selanjutnya, dimensi adaptasi dibuat yang terdiri dari delapan dimensi. Lalu dilakukan tahap
konsultasi lokal dengan melibatkan dua orang psikolog klinis. Sejumlah modifikasi dilakukan
terhadap protokol, kemudian diberikan kepada dua ahli untuk dievaluasi secara kuantitatif
menggunakan Cultural Relevance Questionnaire (CRQ) dan pemberian komentar atau saran
secara tertulis. Hasilnya adalah protokol bernama Online Intervention for Reducing Self-Injury
(OISI), dilaksanakan secara online yang terdiri dari tujuh sesi. Berdasarkan masukan ahli
protokol tersebut dapat diterima sebagai protokol intervensi untuk mengurangi perilaku NSSI
pada mahasiswa. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






