
Tesis
[TESIS] PENGALAMAN PEMILIHAN PASANGAN PADA EMERGING ADULT YANG MEMILIKI SAUDARA KANDUNG DENGAN DOWN SYNDROME: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Kelahiran anak dengan disabilitas, seperti down syndrome, membawa dampak
tersendiri terhadap dinamika keluarga, termasuk pada saudara kandung. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042025T0972 T0972 Aly p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Thesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0972 Aly pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiii., 473 hlm.: ill.; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420220004Klasifikasi T0972 Aly pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik TESISPernyataan Tanggungjawab Alyaa Pratiwi -
Kelahiran anak dengan disabilitas, seperti down syndrome, membawa dampak
tersendiri terhadap dinamika keluarga, termasuk pada saudara kandung. Hubungan
saudara kandung merupakan salah satu hubungan terlama dalam kehidupan
seseorang. Hidup berdampingan dengan saudara yang memiliki kebutuhan khusus
dapat menimbulkan pengalaman emosional yang kompleks, seperti kemarahan,
kecemburuan, kekecewaan, dan rasa malu. Bagi individu yang berada pada fase
emerging adulthood, masa ini merupakan periode eksplorasi dan pencarian arah
hidup, termasuk dalam menjalin hubungan romantis dan memilih pasangan.
Memilih pasangan menjadi salah satu tugas perkembangan penting dalam tahap ini,
dan latar belakang keluarga, termasuk keberadaan saudara dengan down syndrome,
turut memengaruhi proses pengambilan keputusan tersebut. Penelitian ini bertujuan
untuk memahami pengalaman individu emerging adult yang memiliki saudara
kandung dengan down syndrome dalam memilih pasangan. Pendekatan penelitian
yang digunakan adalah kualitatif dengan proses analisis data menggunakan metode
Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan terdiri dari empat
orang perempuan berusia 18 – 25 tahun yang merupakan kakak dari individu
dengan down syndrome, dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan
lima Group Experiential Themes (GET): (1) keterbukaan yang bertahap dalam
mengungkapkan kondisi adik, (2) adik sebagai prioritas hubungan, (3) peran
sebagai kakak dari individu dengan down syndrome, (4) pengalaman reaksi
emosional yang kompleks, dan (5) karakter dan nilai personal dalam memilih
pasangan. Selain itu, terdapat empat tema khusus, yaitu: (1) religiusitas sebagai
salah satu nilai penting dalam hubungan, (2) konflik personal terkait kesiapan
emosional sebelum memulai hubungan, (3) pemberian waktu adaptasi kepada
pasangan sebagaimana adaptasi ibu, dan (4) pengalaman advokasi untuk
membangun penerimaan pasangan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan
pentingnya menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi individu yang memiliki
saudara kandung dengan down syndrome, terutama mereka yang menjadi pengasuh
utama. Pemberian edukasi menjadi penting untuk membekali mereka dengan
keterampilan untuk mengkomunikasikan kondisi saudara kepada calon pasangan
secara efektif. Pembentukan support group juga dapat membantu mereka
mengekspresikan emosi dan mempersiapkan masa depan. Terakhir, penelitian
selanjutnya disarankan untuk menggali pengalaman dari perspektif laki-laki atau
adik kandung, melakukan studi longitudinal, serta mengembangkan intervensi yang
bisa memperkuat hubungan saudara dan kesiapan membangun relasi romantis. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






