
Tesis
[TESIS] PERSEPSI STIGMATISASI SEBAGAI MODERATOR DALAM HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN SIKAP TERHADAP PENCARIAN BANTUAN PSIKOLOGIS PROFESIONAL PADA MAHASISWA MUSILM
Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami tantangan
kesehatan mental, namun seringkali menunjukkan keengganan untuk mencari
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042025T0971 T0971 Res p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Thesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0971 Res pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik ix., 93 hlm.: ill.; 30cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420220019Klasifikasi T0971 Res pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik TESISPernyataan Tanggungjawab Resti Arsanti -
Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami tantangan
kesehatan mental, namun seringkali menunjukkan keengganan untuk mencari
bantuan psikologis profesional. Religiusitas dan persepsi stigmatisasi diduga
berperan sebagai faktor yang mempengaruhi sikap terhadap pencarian bantuan
psikologis profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran moderasi dari
persepsi stigmatisasi pada hubungan antara dimensi religiusitas (belief, practice,
ethical conduct do’s dan don’ts) dengan sikap terhadap pencarian bantuan
profesional. Melalui rancangan penelitian korelasional dan 162 mahasiswa
Muslim jenjang sarjana dengan menggunakan cluster sampling combined with
stratification. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Alat ukur yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Psychological Measurement of Islamic Religiousness
(PMIR) adaptasi oleh Larasati (2018), Perception of Stigmatization by Others for
Seeking Help (PSOSH) yang dikembangkan oleh Vogel et al (2009) yang sudah
diadaptasi oleh Shabrina (2020), dan Attitudes Toward Seeking Professional
Psychological Help Scale-Short Form (ATSPPHS-SF) versi Indonesia
(Nurdiyanto et al., 2021). Teknik analisis adalah moderasi Hayes menggunakan
bantuan perangkat SPSS. Hasil menunjukkan persepsi stigmatisasi tidak
memoderasi hubungan antara religiusitas dan sikap pencarian bantuan secara
umum. Namun, efek moderasi ditemukan pada hubungan antara religious belief
dan sikap dalam kelompok perempuan. Ditemukan pula pengaruh positif antara
religious practice dan sikap pencarian bantuan. Sikap terhadap pencarian bantuan
juga ditemukan berbeda secara signifikan berdasarkan jenis kelamin, tingkat
akademik, dan pengalaman menerima bantuan profesional sebelumnya. Temuan
ini menunjukkan perlunya integrasi psikoedukasi dalam kegiatan keagamaan,
serta pengembangan program intervensi yang disesuaikan dengan karakteristik
gender dan tingkat akademik mahasiswa. Penelitian mendatang disarankan untuk
mengadopsi pendekatan yang lebih kontekstual, baik dalam desain maupun
pengukuran.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






