Detail Cantuman

No image available for this title

Tesis  

[TESIS] Peran Religious Orientation dalam Memprediksi Religious Struggles dengan Stressful Life Events sebagai Moderator pada Mahasiswa Muslim


Religious struggles adalah pergulatan batin dalam beragama, seperti merasa
ragu atau kecewa terhadap ajaran Islam maupun Tuhan. Sekalipun di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19042025T0956T0956 Fad pLaboratorium Psikologi UNPAD (Rak Tesis)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T0956 Fad p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,; 197 hlm,; 30cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190420220040
    Klasifikasi
    T0956 Fad p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [TESIS]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Religious struggles adalah pergulatan batin dalam beragama, seperti merasa
    ragu atau kecewa terhadap ajaran Islam maupun Tuhan. Sekalipun di Indonesia
    yang dikenal religius, fenomena ini tetap umum dialami mahasiswa yang sedang
    mencari jati diri. Pergulatan ini di satu sisi dapat memperkuat religiusitas, tetapi di
    sisi lain berisiko menurunkan kesejahteraan psikologis bila tidak terselesaikan
    dengan baik. Penelitian ini bertujuan memperluas pemahaman tentang fenomena
    tersebut dengan menguji: (1) peran religious orientation sebagai prediktor, yaitu
    makna dan motivasi seseorang dalam beragama yang dapat bersifat intrinsik
    (keyakinan mendalam), ekstrinsik-pribadi (pencarian kenyamanan), dan ekstrinsik
    sosial (penerimaan lingkungan); serta (2) peran stressful life events sebagai
    moderator, yaitu pengalaman hidup penuh tekanan di ranah keluarga, akademik,
    maupun trauma. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui
    uji regresi dan moderasi, melibatkan 171 mahasiswa Muslim S1 Universitas
    Padjadjaran yang dipilih dengan teknik convenience sampling, dengan data
    dikumpulkan melalui kuesioner daring. Hasil menunjukkan bahwa semua jenis
    orientasi beragama umumnya bersifat protektif dengan menekan intensitas
    religious struggles. Namun, kekuatan efek ini menjadi bervariasi tergantung jenis
    tekanan hidup yang dialami. Pada mahasiswa dengan orang tua bercerai, orientasi
    intrinsik membuat mereka lebih terlindungi dari religious struggles. Sebaliknya,
    pada mahasiswa dengan keluarga disfungsional, orientasi sosial justru membuat
    mereka lebih rentan mengalaminya. Dalam konteks akademik, mahasiswa yang
    mengalami kegagalan belajar serius cenderung lebih terlindungi dari religious
    struggles bila memiliki orientasi ekstrinsik-pribadi atau sosial. Sementara itu, stres
    kumulatif dan trauma berat, termasuk kekerasan seksual atau menyaksikan
    pembunuhan, terbukti meningkatkan intensitas religious struggles terlepas dari
    orientasi beragama yang dimiliki. Temuan ini menegaskan bahwa orientasi
    beragama yang kuat merupakan strategi penting dalam mencegah religious
    struggles. Namun, perhatian khusus perlu diberikan kepada mahasiswa dengan
    masalah keluarga, tekanan kumulatif, atau trauma. Penelitian ini menyediakan
    dasar empiris bagi konselor dan komunitas keagamaan kampus untuk
    mengembangkan intervensi kontekstual yang efektif dalam mendukung mahasiswa
    dengan religious struggles.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi