
Tesis
[TESIS] Hubungan Self-Directed Learning dan Problem Solving Appraisal Mahasiswa UNPAD Dalam Mengerjakan Skripsi
Tugas-tugas seperti skripsi adalah tugas yang menuntut kemandirian, oleh
karenanya self-directed learning (SDL) sangat dibutuhkan mahasiswa ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042025T0959 T0959 Mei h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Thesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0959 Mei hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xvi,; 227 hlm,; 30cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420220016Klasifikasi T0959 Mei hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [TESIS]Pernyataan Tanggungjawab Meidina Amalia -
Tugas-tugas seperti skripsi adalah tugas yang menuntut kemandirian, oleh
karenanya self-directed learning (SDL) sangat dibutuhkan mahasiswa untuk
menyelesaikan tugas akhir. Dalam penyelesaian skripsi tentunya juga akan
menghadapi berbagai permasalahan yang menuntut adanya kemampuan seseorang
dalam menyelesaikan masalah yang dapat ditandai dengan bagaimana ia menilai
kemampuannya dalam menyelesaikan masalah (problem solving appraisal)
berkaitan dengan pengerjaan skripsinya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji hubungan self-directed learning dan problem-solving appraisal
mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Self-directed learning diukur menggunakan
alat ukur self-directed learning berdasarkan teori yang dikemukakan Garrison
(1997) yang dikembangkan oleh Dwiati (2014) dan diadaptasi pada konteks
pengerjaan skripsi dengan nilai alpha’s Cronbach sebesar 0,955. Selanjutnya,
problem-solving appraisal diukur menggunakan Problem Solving Inventory (PSI)
oleh Heppner dan Peterson (1982) yang diadaptasi dalam Bahasa Indonesia
maupun konteks dalam pengerjaan skripsi dengan nilai alpha’s Cronbach sebesar
0,857. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa aktif jenjang sarjana Universitas
Padjadjaran yang sedang mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Teknik
pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan menggabungkan
stratified dan cluster sampling (two-stage) dan didapatkan partisipan sebanyak 227
mahasiswa UNPAD (laki-laki = 79, Perempuan = 148) yang berada di semester 7
hingga 14 (M = 8.88, SD = 1.925). Hasil pengujian menggunakan Pearson Product
Moment Correlation menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan
antara Self-directed Learning dengan Problem Solving Appraisal. Hubungan positif
antara keduanya menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan individu
mengelola, memantau, dan mengevaluasi proses pengerjaan skripsinya secara
mandiri, maka semakin tinggi pula keyakinan individu akan kemampuannya dalam
menyelesaikan masalah selama pengerjaan skripsinya tersebut. Terdapat hubungan
yang kuat antara Self-directed Learning dengan dimensi Problem Solving
Confidence serta Approach-Avoidance Style, namun tidak berhubungan dengan
dimensi Personal Control. Pengelolaan emosi dan persepsi kontrol diri dalam
situasi penuh tekanan seperti pengerjaan skripsi mungkin dipengaruhi oleh faktor
afektif lainnya yang tidak tercakup dalam Self-directed Learning, seperti efikasi
diri emosional, strategi koping, atau dukungan sosial. Secara umum, temuan ini
dapat menegaskan bahwa pengembangan self-directed learning dan membangun
problem solving appraisal yang positif dalam pendidikan tinggi penting untuk
menunjang kemandirian akademik, serta dalam menghadapi dan menyelesaikan
permasalahan terutama dalam konteks penyelesaian skripsi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






