
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Kebosanan Akademik (Academic Boredom) dan Cyberloafing pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Angkatan 2024
Kebosanan merupakan salah satu emosi yang paling umum muncul dalam
konteks pembelajaran. Kebosanan yang dialami oleh siswa di sekolah dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4107 S4107 Feb h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4107 Feb hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xvi,; 108hlm,. 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110180098Klasifikasi S4107 Feb hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [SKRIPSI]Pernyataan Tanggungjawab FEBRIANA RAYA SILVIA -
Kebosanan merupakan salah satu emosi yang paling umum muncul dalam
konteks pembelajaran. Kebosanan yang dialami oleh siswa di sekolah dan saat
mereka menyelesaikan tugas akademis disebut sebagai kebosanan akademik
(academic boredom). Dalam konteks organisasi, sejumlah studi menunjukkan
bahwa kebosanan kerja (job boredom) mendorong karyawan untuk melakukan
cyberloafing, sebagai mekanisme untuk mengurangi rasa bosan. Namun,
penelitian mengenai hubungan kedua variabel dalam konteks pendidikan masih
sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
terdapat hubungan antara academic boredom dan cyberloafing pada mahasiswa
Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran angkatan 2024. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan
131 responden yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Alat ukur
yang digunakan pada penelitian ini adalah Academic Boredom Survey Instrument
(ABSI) dan Cyberloafing Scale yang telah terbukti memiliki reliabilitas serta
validitas yang baik. Adapun responden mengisi kuesioner penelitian melalui
Google Form.
Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara academic boredom dan perilaku
cyberloafing pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran
angkatan 2024 (p-value > 0.05). Hal tersebut berarti tinggi dan rendahnya
academic boredom tidak berkaitan dengan tingkat cyberloafing, begitu pula
sebaliknya. Meskipun begitu, temuan ini justru menambah pemahaman dan
menyoroti kompleksitas hubungan dari kedua variabel dalam konteks
pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa cyberloafing tidak semata
mata muncul sebagai respons terhadap kebosanan belajar, melainkan merupakan
perilaku yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang bersifat individual,
organisasional, serta situasional.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






