Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Hubungan Religiusitas dan Kecemasan Sosial: Studi pada Mahasiswa Universitas Padjadjaran


Agama menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan. Pada
masa peralihan menuju dewasa, mahasiswa sering menghadapi berbagai tekanan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4109S4109 Dya hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4109 Dya h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,; 127hlm,. 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210085
    Klasifikasi
    S4109 Dya h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Agama menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan. Pada
    masa peralihan menuju dewasa, mahasiswa sering menghadapi berbagai tekanan
    yang dapat memicu kecemasan sosial, sebuah kondisi yang dapat menghambat
    fungsi akademik maupun sosial jika tidak ditangani dengan baik. Dalam beberapa
    penelitian disebutkan bahwa religiusitas berhubungan negatif dengan kecemasan.
    Meskipun demikian, kajian yang membahas hubungan religiusitas dengan
    kecemasan sosial masih sulit ditemukan, terutama pada populasi mahasiswa di
    Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat
    hubungan antara religiusitas dengan kecemasan sosial pada mahasiswa di
    Universitas Padjadjaran. Dalam penelitian ini, religiusitas dijelaskan melalui
    konsep personal religious constructs-system yang diukur dengan instrumen
    CRSi-20, sedangkan kecemasan sosial menggunakan LSAS-SR. Penelitian ini
    menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik sampling
    yang digunakan adalah probability sampling yaitu metode two-stage cluster
    sampling, dengan jumlah partisipan sebanyak 227 mahasiswa. Hasil menunjukkan
    bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan
    kecemasan sosial (r = -0,037, p = 0,576). Berdasarkan tingkat kecemasan sosial,
    mahasiswa perempuan menunjukkan tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi
    daripada mahasiswa laki-laki. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan
    berdasarkan jenis kelamin pada tingkat religiusitas. Interpretasi bias dan
    infleksibilitas dalam pemrosesan informasi cenderung membuat individu dengan
    kecemasan sosial tetap mempertahankan keyakinan negatifnya meskipun
    mendapatkan informasi positif. Keterbatasan alat ukur religiusitas yang hanya
    menangkap aspek umum tanpa mengaitkannya dengan konteks kecemasan sosial
    juga dapat memengaruhi hasil. Korelasi yang tidak signifikan juga dapat
    dijelaskan oleh perbedaan latar belakang agama partisipan. Penelitian selanjutnya
    disarankan untuk mempertimbangkan variabel mediator seperti dukungan sosial
    dan religious coping dalam menjelaskan hubungan religiusitas dengan kecemasan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi